1955

Puisi: Mimpi (Karya Taufiq Ismail)

Mimpi Mimpi yang bernas melepas kejang remaja pandang ranum antara kita mengenggani hadir orang ke-3 Langit p…

Puisi: Memoria Sederhana (Karya Surachman R.M.)

Memoria Sederhana Em, Anak angkat anak yang datang serahkan diri dan pergi tanpa pamit citanya menembusi 7 langit tapi gentar ma…

Puisi: Sindang Laut (Karya Ajip Rosidi)

Sindang Laut Bulan ngambang di laut dan pecah di pucuk ombak Bulan mengaca di nafas malam, redup lampu kapal Deru yang menderu berkejaran di…

Puisi: Lagu Roban (Karya Taufiq Ismail)

Lagu Roban Bermerahanlah bunga semak liar pesisir rimba jati Pantai sepanjang liku berlambai kelopak randu - dan menjarak kau, - musim kem…

Puisi: Pelancing Kemalaman (Karya Taufiq Ismail)

Pelancing Kemalaman Kelenjar yang didarahi lecut angin lorong berisik dalam jantung meramu angan sendiri aspal rengkah musim kemarau di sore lem…

Puisi: Pernyataan (Karya Toto Sudarto Bachtiar)

Pernyataan (kepada C.A. ) Aku makin menjauh Dari tempatmu berkata kesekian kali Laut-laut makin terbuka D…

Puisi: Gerilya (Karya W.S. Rendra)

Gerilya Tubuh biru tatapan mata biru lelaki terguling di jalan. Angin tergantung terkecap pahitnya tembakau bendungan keluh d…

Puisi: Nyanyi Zubo (Karya W.S. Rendra)

Nyanyi Zubo Nyanyimu hitam, Zubo derita botak kepalamu. Dering kaleng di jalan terguling memberi luka pada malam. Zubo! Zubo! …

Puisi: Siapa Kan Datang (Karya Ajip Rosidi)

Siapa Kan Datang siapa kan datang kepadaku karena bopeng muka rata dada karena malam gelap dan dalam begitu merpati yang datang patah kepaknya siapa …

Puisi: Api Menari (Karya Ajip Rosidi)

Api Menari ia kembali bertaucang panjang bukan kecintaanku api menari ia kemari hatinya batukarang betapa tanganku kan memeluknya sekadar senyuman ku…

Puisi: Prasangka (Karya Ajip Rosidi)

Prasangka napasnya terhembus erat berpelukan lepas pagi yang pijar ia bukan idaman karena sekali ia kan berpaling karena matahari bersinar terik dan …
© Sepenuhnya. All rights reserved.