Puisi: Jangan Biarkan Suara Bergaung!

Jangan Biarkan Suara Bergaung!

Orang sakit itu tak lagi menjerit
Awan yang berarak di langit
Masih jadi sumber penyakit

(Tidak. Mereka tak sanggup lagi menjerit)

Dan aku sibuk dengan kedua tangan ini
Kuayunkan ribuan kali
Tapi tak satu pun bisa mengepal

Tapi aku tak bisa hanya memandang
Dari kejauhan atau lewat koran lokal
Kepedihan itu lekat pada tangan. Pada badan
Baunya tercium di mana-mana

Sia-sia kuharumkan ruang
Syaraf di tubuh sudah lama lumpuh
Kucoba bangkit berulang-ulang
Di tengah keriap erang

Jiwa hanya gelisah oleh amarah
Karena tak juga bisa menjamah
Tolong, bungkamkan suara sekitar
Agar derita tak lagi terdengar!

Atau kutinggalkan saja tubuh ini
Biar ruh terluput dari rasa takut
Bebas terbang antara cahaya
Bersama pijar segala yang membara

Aku bosan dengan daging hina ini
Aku bosan dengan darah haram ini
Aku bosan dengan jiwa papa ini
Aku bosan dengan kemalangan ini

Kucoba bangkit lagi, berulang-ulang
Kuayunkan lagi tangan ini, berulang-ulang
Kegentaran belaka yang datang menghadang
(dengan apa akan kujawab setiap tantangan?)

Sedang suara itu
Suara itu terus mengambang di udara
Menjadi racun yang akan membunuh sanak-saudara

Tidak!
Ledakkan semua meriam
Tembakkan semua senapan
Jangan biarkan suara itu bergaung!

Desember, 1981
dari kumpulan sajak Rudi Jalak Gugat, 1982
Puisi: Jangan Biarkan Suara Bergaung!
Puisi: Jangan Biarkan Suara Bergaung!
Karya: Yudhistira A.N.M. Massardi

Catatan:
  • Yudhistira ANM Massardi mempunyai nama lengkap Yudhistira Andi Noegraha Moelyana Massardi.
  • Orangtua Yudhistira ANM Massardi bernama Massardi dan Mukinah.
  • Yudhistira ANM Massardi lahir di Karanganyar, Subang, Jawa Barat tanggal 28 Februari 1954.
Baca Juga: Free Guest Blog Websites

0 Response to "Puisi: Jangan Biarkan Suara Bergaung!"

Posting Komentar

close