Puisi: Kotak (Karya T. Alias Taib) Kotak (hadiah hari jadi) pada hari jadiku yang lalu langit menggugurkan sebuah kotak buatku sebuah kotak yang tidak bulat tidak pula segiempat tidak …
Puisi: Dalam Lautku Kapal-Kapal Bertolak dan Berlabuh (Karya B. Y. Tand) Dalam Lautku Kapal-Kapal Bertolak dan Berlabuh Dalam lautku kapal-kapal bertolak memuat luka-luka Dalam lautku kapal-kapal berlabuh menyusukan luka-l…
Puisi: Suatu Malam di Pantai (Karya Ahmad Fahrawi) Suatu Malam di Pantai bagai sosok puisi yang hilang ketika kutemu jejak-jejak basah ketam di pasir ombak menerpa jejak-jejak terbawa ada yang kurasak…
Puisi: Selain Laut (Karya Abdul Hadi WM) Selain Laut Suatu sore aku duduk mengenang kisah itu kembali, antara kita: sebuah laut dan juga rerontok tiram. Mereka semua berdiri dan memanggilku:…
Puisi: Mengapa Selalu Kutulis Sajak (Karya Acep Zamzam Noor) Mengapa Selalu Kutulis Sajak Mengapa selalu kutulis sajak Apabila kerinduan tiba-tiba menyerbuku Mengapa harus sajak, Tuhanku, mengapa harus…
Puisi: Telah Kutangkap Laut (Karya Kriapur) Telah Kutangkap Laut Telah kutangkap degup laut, kukenal Rupa ombak dan karang Dan telah kubongkar langit, Kupegang sukma bulan dan segala Penghuni l…
Puisi: Indonesiaku adalah Indonesia (Karya B. Y. Tand) Indonesiaku adalah Indonesia Indonesiaku adalah Indonesia Menjinakkan badai dalam matanya Mengobarkan birahi dari rambutnya Memabukkan pelaut mengeja…
Puisi: Kuhitung Detak Jam (Karya Acep Zamzam Noor) Kuhitung Detak Jam Kuhitung detak jam berlari sedang kata-kata belum juga menepi menetak harap kuusung ke pusat hari Kenapa kenang …
Puisi: Guruku (Karya Indriani Hustin) Guruku Sebuah pelita yang kau berikan padaku Untuk menerangkan jalan yang gelap gulita Untuk kebenaran dan keselamatan Untuk bekal hidup di kemudian …
Puisi: Penjara (Karya Acep Zamzam Noor) Penjara Aku ngembara keluar masuk sepi sepiku sepimu yang fana Aku ngembara keluar masuk hati hat…
Puisi: Lanskap Kota (Karya Hijaz Yamani) Lanskap Kota Aku ingin menyaksikan awan dan ombak daun panorama dan tugu putih di batas kota Tetapi mengapa gemuruh abadi pada september yang menunju…
Puisi: Mari ke (Karya Ragil Suwarna Pragolapati) Mari ke Mari ke gunung. Tinggalkan kamar pengap, rumah gelap yang mengurung. Lepas dari dunia sehari-hari akrab Gudang beban dan kesulitan selama ini…