1981

Puisi: Kotak (Karya T. Alias Taib)

Kotak (hadiah hari jadi) pada hari jadiku yang lalu langit menggugurkan sebuah kotak buatku sebuah kotak yang tidak bulat tidak pula segiempat tidak …

Puisi: Dalam Lautku Kapal-Kapal Bertolak dan Berlabuh (Karya B. Y. Tand)

Dalam Lautku Kapal-Kapal Bertolak dan Berlabuh Dalam lautku kapal-kapal bertolak memuat luka-luka Dalam lautku kapal-kapal berlabuh menyusukan luka-l…

Puisi: Suatu Malam di Pantai (Karya Ahmad Fahrawi)

Suatu Malam di Pantai bagai sosok puisi yang hilang ketika kutemu jejak-jejak basah ketam di pasir ombak menerpa jejak-jejak terbawa ada yang kurasak…

Puisi: Selain Laut (Karya Abdul Hadi WM)

Selain Laut Suatu sore aku duduk mengenang kisah itu kembali, antara kita: sebuah laut dan juga rerontok tiram. Mereka semua berdiri dan memanggilku:…

Puisi: Mengapa Selalu Kutulis Sajak (Karya Acep Zamzam Noor)

Mengapa Selalu Kutulis Sajak Mengapa selalu kutulis sajak Apabila kerinduan tiba-tiba menyerbuku Mengapa harus sajak, Tuhanku, mengapa harus…

Puisi: Telah Kutangkap Laut (Karya Kriapur)

Telah Kutangkap Laut Telah kutangkap degup laut, kukenal Rupa ombak dan karang Dan telah kubongkar langit, Kupegang sukma bulan dan segala Penghuni l…

Puisi: Indonesiaku adalah Indonesia (Karya B. Y. Tand)

Indonesiaku adalah Indonesia Indonesiaku adalah Indonesia Menjinakkan badai dalam matanya Mengobarkan birahi dari rambutnya Memabukkan pelaut mengeja…

Puisi: Kuhitung Detak Jam (Karya Acep Zamzam Noor)

Kuhitung Detak Jam Kuhitung detak jam berlari sedang kata-kata belum juga menepi menetak harap kuusung ke pusat hari Kenapa kenang …

Puisi: Guruku (Karya Indriani Hustin)

Guruku Sebuah pelita yang kau berikan padaku Untuk menerangkan jalan yang gelap gulita Untuk kebenaran dan keselamatan Untuk bekal hidup di kemudian …

Puisi: Penjara (Karya Acep Zamzam Noor)

Penjara Aku ngembara keluar masuk sepi sepiku sepimu yang fana Aku ngembara keluar masuk hati hat…

Puisi: Lanskap Kota (Karya Hijaz Yamani)

Lanskap Kota Aku ingin menyaksikan awan dan ombak daun panorama dan tugu putih di batas kota Tetapi mengapa gemuruh abadi pada september yang menunju…

Puisi: Mari ke (Karya Ragil Suwarna Pragolapati)

Mari ke Mari ke gunung. Tinggalkan kamar pengap, rumah gelap yang mengurung. Lepas dari dunia sehari-hari akrab Gudang beban dan kesulitan selama ini…
© Sepenuhnya. All rights reserved.