Puisi: Gereja Peterongan (Karya Ragil Suwarna Pragolapati) Gereja Peterongan Hening! Suasana Eropawi dipersuci koleksi antik Kau bukan jemaah Katholik. Hanya musafir asing Melihat dan menghayati. Iman butuh p…
Puisi: Sebuah Potret Senja (Karya Kriapur) Kuta: Sebuah Potret Senja pantai Kuta telanjang coklat terbaring di pinggir matahari barat cintamu debur ombak lautan dan serintis angin selatan hang…
Puisi: Cuaca di Sorga (Karya Kriapur) Cuaca di Sorga Cuaca di sorga saat ini buruk, katanya kucatat bisik kemarau daun berkelakar dengan hari gugurnya jatuh dari mata …
Puisi: Bulan Luka Parah (Karya Husni Djamaluddin) Bulan Luka Parah bulan luka parah karena laut kehilangan ombak bulan luka parah karena ombak kehilangan laut bulan luka parah darahnya tumpah …
Puisi: Sajak (Karya Leon Agusta) Sajak (1) Telan habis kebencian lantas buangkan selagi pesta marilah menyanyi kita sudah terlalu sibuk mengukur dalamnya laut di hati masing-masing; …
Puisi: Doa (Karya Kriapur) Doa (1) Apakah yang layak kupersembahkan kepada-Mu mimpi burukku masih berkecamuk seakan dengan darah kulukisi langit yang sudah penuh denga…
Puisi: Dosa Apa (Karya HR. Bandaharo) Dosa Apa kelam menyungkup alam laksana langit terhempas ke bumi. bintang-bintang pudar bertaburan besi dan besi berlaga, memercikkan api. kelam men…
Puisi: Aku Batu (Karya Kriapur) Aku Batu Aku jadi batu Di dasar kali Sempurna merasakan sepi Dalam alir manusiawi Aku menyentuh bahagia, tak ada kabut Datang berkemelut Dunia dari d…
Puisi: Sebuah Lagu (Karya Acep Zamzam Noor) Sebuah Lagu Sebuah lagu mengalun Mengantarkan pada sepi ini Barangkali kaulah yang bersenandung Dan menyeretku ke hutan puisi Sebuah senyum terkulum …
Puisi: Kwatrin Sunyi (Karya Acep Zamzam Noor) Kwatrin Sunyi (1) Buat Orchid Blanco Tanganmu tertinggal di padang ilalang Suaramu bergayut di dahan-dahan Hutan sunyi dan senyap, hati pun rindu den…
Puisi: Mengukur Kota (Karya Muhammad Haji Salleh) Mengukur Kota kuukur kotamu dengan sepiku. kukenalimu seperti kukenali diriku dengan dekat dan benci. bata murung membina gedung memanjat tahun dan m…
Puisi: Kita Hanya Berhadapan (Karya Acep Zamzam Noor) Kita Hanya Berhadapan (buat H) Matamu masih berbinar meskipun hari berangkat malam sedang gelap bagaikan kel…
Puisi: Soliloqui (Karya Kriapur) Soliloqui akhirnya akupun tahu bahwa daging dan asap akan terlempar dalam gelap tapi apakah makna senyap? banyak di antara kita telah mengatakannya: …
Puisi: Keluh (Karya Acep Zamzam Noor) Keluh (1) Dari dasar jurang kupandang Cakrawala betapa jauh! Ini hati sungsang kusandang seharian betapa keluh! Keluh (2) Dari ke…