Jari-Jemari

(1)

Dalam perjalanan mimpi-mimpinya
seakan kebenaran tersingkap
seakan matahari pagi
seakan bunga meletik
— pada kuncup-kuncup daunnya

Tatkala perlahan bangun, jari-jemari gemetar
Gemuruh lutut, dirabanya segala benda
Hanya bantal dan selimut!

(2)

Sinar tajam menembus kaca jendela, hari telah siang!
begitulah waktu berlalu
Jika nyata tiada, terkadang mimpilah tempatku berpaut

(3)

Bayang-bayang lalu, bayang-bayang larut
kerna malam, kelamlah!

Tak ada bayangan, melainkan tangan sendiri
Di dinding: permainan anak-anak

Sia-sia waktu
Sia-sia usia

(4)

Dalam bayang-bayang mimpinya:
pohon-pohon dan rumput-rumput,
kasur empuk penggembala
betapa hijaunya!
dan lagi seruling bambu
bukan senjata
berlagu
kali-kali yang jernih, lautan yang biru

Maka dari sumber-sumber yang murni meluaplah air
Demi jari-jemari pun pada bergerak....

1961
Puisi: Jari-Jemari
Puisi: Jari-Jemari
Karya: Dodong Djiwapradja
    Catatan:
    • Dodong Djiwapradja lahir di Banyuresmi, Garut, Jawa Barat, pada tanggal 25 September 1928.
    • Dodong Djiwapradja meninggal dunia pada tanggal 23 Juli 2009.
    Baca Juga: Puisi Cinta Malam Hari

    Post A Comment:

    0 comments: