Kalpataru di Pasirkadu

Perempuan tercipta
dari sempalan tulang rusuk lelaki
Konon
Adakah ia berasal dari perisai jantung dan paru-paru?
Mungkin

Maka perempuan 50 tahun itu pun bangkit
si mahluk lemah itu pun tegak
Ia adalah Nyi Erohia
jadi perisai jantung kehidupan
ia jadi tameng paru-paru alam
Berasal dari alam bersatu dengan alam
Ia merawat alam amanat titipan Tuhan
Seutas akar areuy membelit pinggang
ia menggelantung di tubir jurang
Di tangannya sebilah pahat dan martil
Ia menatah cadas membelah bukit
selama 45 hari tanpa henti
Lima puluh meter digalinya sendiri
sebelum akhirnya dibantu 19 lelaki                   

Crok-crok-crok

Habis sudah puluhan pahat dan martil
sekian linggis, belincong dan cangkul
Peluhnya membanjir tak dihiraukannya
antingnya terjual tak dirisaukannya
Nyi Eroh mengukir saluran cai
karna mendambakan sesuap nasi
setelah tahunan cuma singkong dan ubi
Tiga anaknya setia menunggu
suami yang renta cuma termangu

Crok-crok-crok


Niatnya bulat sudah
kerja baginya ibadah
Mencipta karya besar
saluran air untuk sawah

60 hektar dari Kali Cilutung air berpusing
lengket di tubir tebing
meliuk di lintasan delapan bukit

Nyi Eroh, Nyi Eroh
Jantungmu berkibar, kalbumu mekar
karna Kalpataru singgah di Pasirkadu
Di Pasirkadu antara Pasirmalang dan Pasirbuntunun
di lereng Galunggung di Bumi Parahiyangan
langit membiru, sawah membentang
Nyi Eroh lahir dan bergulat dalam kemiskinan
di rumah panggung beratap ijuk dan rumbia
jualan singkong dan janur kelapa

Nyi Eroh
perempuan teramat sederhana
Kata-katanya pun bukanlah seloka:
"Kini tak lagi kubeli beras
karna sudah kucium harumnya bulir padi
karna telah kuperas peluhku sendiri
yang mengering di bukit cadas."

Crok-crok-crok

Puisi: Kalpataru di Pasirkadu
Puisi: Kalpataru di Pasirkadu
Karya: Budiman S. Hartoyo
    Catatan:
    • Budiman S. Hartoyo tergolong sebagai penyair Angkatan '66.
    • Budiman S. Hartoyo lahir di Solo, tanggal 5 Desember 1938.
    • Budiman S. Hartoyo meninggal dunia tanggal 11 Maret 2010.

    Baca Juga: Puisi Terindah Selamat Malam

    Post A Comment:

    0 comments: