Puisi: Impian di Atas Kursi (Karya Budiman S. Hartoyo) Impian di Atas Kursi (1) SUDAHKAH TIBA waktunya kita bercerita? Kita akan pilih saat yang baik dan tempat yang tepat untuk itu. Aku sudah l…
Puisi: Biarkan Jendela Itu Terbuka (Karya Budiman S. Hartoyo) Biarkan Jendela Itu Terbuka Biarkan jendela itu terbuka biarlah Biarkan kebebasan pergantian udara setelah sekian saat ditelan pengap tia…
Puisi: Kepada Tanah Air (Karya Budiman S. Hartoyo) Kepada Tanah Air apa yang kukatakan padamu ya, tumpahan segala kerja apalah yang bisa kuberikan padamu wahai, cucuran darah jelata ter…
Puisi: Tidak Selamanya Kita Kan Bersedih, Bukan? (Karya Budiman S. Hartoyo) Tidak Selamanya Kita Kan Bersedih, Bukan? Tidak selamanya kita kan bersedih, bukan? Sandiwara akhirnya kan menemukan penyesalannya. Bukan di …
Puisi: Di Ruang Tunggu Bandar Udara (Karya Budiman S. Hartoyo) Di Ruang Tunggu Bandar Udara Antarbangsa "Subang", Kualalumpur Suatu Senja Sebentar aku pun terhenyak ketika matahari mengusap …
Puisi: Anak Kecil (Karya Budiman S. Hartoyo) Anak Kecil Begitu ia tersenyum seperti tak ada apa pun yang mesti direnung Tak kenal kata basi tak ada yang bisa mati Dan ketika ibunya…
Puisi: Majulah Pahlawan (Karya Budiman S. Hartoyo) Majulah Pahlawan Majulah pahlawan dengan dada terbuka. Majulah! Berderapan musuh bersama maut menyerang. Sementara bintang-bintang pun bersa…
Puisi: Ninabobo (Karya Budiman S. Hartoyo) Ninabobo (1) Malam yang panjang dan syahdu mengurungku malam yang panjang memberiku impian warna beribu warna Di sini kutemu kau di sini …