Puisi: Kayu Aro (Karya Bambang Widiatmoko)

Kayu Aro

Dingin telah mempertemukan kabut dengan daun
Perempuan pemetik teh tangannya terus berayun
Dari hari ke hari nasib terbakar api unggun
Memetik tunas daun yang terus merimbun
Getar jantungnya berirama seperti gesekan daun.

Aku mengikuti langkah kakimu perlahan
Jejak telapak kaki terasa menggetarkan dahan
Seakan potret penindasan kembali ditayangkan
Di bukit bukit perkebunan – tampak beraturan
Dengan sigap kau sibakkan – terus berjalan ke depan.

Di perkebunan teh Kayu Aro – gerimis menangis
Meski keindahan semesta terus terlukis
Adakah yang dapat kau petik selain nasib yang terkikis
Mungkin waktu dan perjalanan hidup kian menipis
Entahlah. Kesunyian telah melupakan jiwa yang teriris.

2018
Puisi: Kayu Aro
Puisi: Kayu Aro
Karya: Bambang Widiatmoko

Baca juga: Puisi Bumi Indonesia

0 Response to "Puisi: Kayu Aro (Karya Bambang Widiatmoko)"

Posting Komentar

close