Puisi: Minang (Karya Hartojo Andangdjaja)

Minang

Inilah tanah, dimana Sabai dilahirkan
di mana Malin, si durhaka, menerima kutukan
di mana kaba ialah sebagian dari kehidupan
dan beragam pantun mengalun dalam nyanyian

sepi di sini sepi batu dan sepi gunung
sepi hutan-hutan hijau melingkung
padang-padang lalang sejauh mata merenung
di atasnya mengambang rawan suara salung

Ada rindu di sini seperti langit sunyi melengkung
sudah kutahu lewat ratap suara salung
Ada restu di sini dalam hidup sepi di kampung
sudah kutahu lewat sayup suara lesung

Di sini cintaku matahari yang bekerja di ladang-ladang sepi
hujan dan bunga tanah mengendap di bumi
malam kawal petani hingga subuh hari
di sini cintaku tenaga sunyi yang menghamilkan padi

Puisi: Minang
Puisi: Minang
Karya: Hartojo Andangdjaja
    Catatan:
    • Edjaan Tempo Doeloe: Hartojo Andangdjaja.
    • Ejaan yang Disempurnakan: Hartoyo Andangjaya.
    • Hartojo Andangdjaja lahir di Solo, Jawa Tengah, 4 Juli 1930.
    • Hartojo Andangdjaja meninggal dunia di Solo, Jawa Tengah, 30 Agustus 1990 (pada umur 60 tahun).
    Baca Juga: Sajak karya Hartojo Andangdjaja

    0 Response to "Puisi: Minang (Karya Hartojo Andangdjaja)"

    Posting Komentar

    close