Puisi: Prahara (Karya Dodong Djiwapradja)

Prahara

Renik-renik dan ikan-ikan kecil
meletik, menyentil
permukaan air: plastik dan kaca
langit, alam terbuka -
Dawai-dawai alam menyimpan bunyi
dan suara lembut
hampir tertutup
gemetar, syahdu dan sayup

Apa yang terjadi nanti
jika awan bergulung
singgah di punggung gunung?

Benar saja, bagai direncanakan semula
oleh tangan gaib sutradara
7 divisi angin, telah menempatkan pasukannya
di hutan-hutan sekitarnya
sebentar malam operasi badai!

Ikan-ikan kecil
genangan air
kali kecil
plastik dan kaca
pasukan mana yang membela?

Dan, seperti selalu
sejak dulu
adat sediakala
permainan yang mengerikan ini
serta merta segala
dengan hidangan terakhir: malapetaka

Maka seperti biasa
korban-korban bergelimpangan
yang sebagian besar:
makhluk tak berdosa

1972
Puisi: Prahara
Puisi: Prahara
Karya: Dodong Djiwapradja
    Catatan:
    • Dodong Djiwapradja lahir di Banyuresmi, Garut, Jawa Barat, pada tanggal 25 September 1928.
    • Dodong Djiwapradja meninggal dunia pada tanggal 23 Juli 2009.
    Baca Juga: Puisi Cinta Pertama

    0 Response to "Puisi: Prahara (Karya Dodong Djiwapradja)"

    Posting Komentar