Terkurung

Cemburu menikamku bagai sepi
Jiwa terkurung di hutan bambu
Seribu rumpun aur sekonyong melepaskan sembilu
Mengupas tiap butir darah jadi hanya merah
Aku terbelah. Aku gemetar oleh gundah

Bumi yang gelap
Di mana cahaya bersembunyi?

(Ketika dada membara, langit memadamkan bulan
Ketika sukma terbakar, cuaca menyiramkan hujan
Ketika amarah berkobar, udara mematahkan taufan)

Aku luruh muram
Kasih kini dingin
Lebih beku dari kutub bertaut
Lebih sedih dari hati terpagut

Ke mana lagi kucari senandung
Cinta merdu lagu buaian
Permainan antara daun
Nyanyian pohon-pohon hijau
Paduan warna-warna irama

Gelisah lama reda
Aku rebah di rumput basah
Angin pun merendah
Menghapus jejak kijang buruan
Membawa serta harum palawija

Bumi yang sunyi
Di mana nada-nada terkunci?
Aku kini gagu

Desember, 1981
dari kumpulan sajak Rudi Jalak Gugat, 1982
Puisi: Terkurung
Puisi: Terkurung
Karya: Yudhistira A.N.M. Massardi

Catatan:
  • Yudhistira ANM Massardi mempunyai nama lengkap Yudhistira Andi Noegraha Moelyana Massardi.
  • Orangtua Yudhistira ANM Massardi bernama Massardi dan Mukinah.
  • Yudhistira ANM Massardi lahir di Karanganyar, Subang, Jawa Barat tanggal 28 Februari 1954.
Baca Juga: Technology Guest Post

Post A Comment:

0 comments: