Angin Pagi

(I)

Yang pertama kuingat
dan terakhir kulupakan
adalah kau Ibu

Berkali kubuat dosa dan noda
tidak kuterima
selain cinta dan air mata

Berkali ku menatap kerut Ibu
berkali jadi ngeri
bertanya dalam diri

Dengan apa menebus segala itu?

(II)

Yang pertama kukenal
dan yang terakhir kutinggalkan
adalah kau alam

Tak dapat ku menyebut
dengan kata apa tentang kau
tapi kaulah temanku yang terdekat

Seluruh kepunyaanmu, jiwamu sekali
melahirkan sesuatu
memimpin hati dan mimpi

Memberi sesuatu semacam cinta


(III)

Yang pertama kupunya
dan terakhir kulepaskan
adalah kemerdekaan

Kemerdekaan yang lahir semacam alam
bersayap semacam burung
basah dengan cinta semacam pagi

Mengatasi segala apa pun
bagaimana juga permintaannya
ataupun dibunuhnya aku

Inilah milikku yang pertama-tama

(IV)

Yang pertama kucintai
dan akhirnya kukatakan
adalah kebenaran

Kebenaran yang lahir dari arti
mengalir dan melekat pada alam
dan hati

Kebenaran yang memberi sesuatu
dan mencerminkan
alam, cinta dan manusia

Karena ia adalah semacam permata

(V)
Yang pertama kutulis
dan terakhir kusajakkan
adalah cinta

Cinta yang jauh dan dalam
kepada diri, kepada ibu
kepada alam dan bintang dan semua

Cinta yang panas seperti api
sekali-sekali membakar
sekali-sekali menyelimuti

Memandang hati semacam alam

(VI)

Yang pertama kucari
dan terakhir kupunyai
adalah keindahan

Keindahan yang terselip dalam diri
dalam hati, dari alam dan perbuatan
menempel pada siang dan malam

Semacam nelayan mencari bintang tujuh
melupakan segala apa pun
betapa ombak memecah sampannya

Dan itu dipertahankan dari apa pun

(VII)

Dan segala itu hanya karena satu
cinta yang lahir dalam diri
mendesak mencapai arti

Cinta yang lahir semacam iman
dan merasa ia satu-satu jalan
mendekati dirinya.

Puisi: Angin Pagi
Puisi: Angin Pagi
Karya: Kirdjomuljo

Catatan:
  • Edjaan Tempo Doeloe: Kirdjomuljo
  • Ejaan yang Disempurnakan: Kirjomulyo
  • Kirdjomuljo lahir pada tanggal 1 Januari 1930 di Yogyakarta.
  • Kirdjomuljo meninggal dunia pada tanggal 19 Januari 2000 di Yogyakarta.
Baca juga: Puisi Cinta Romantis Pendek

Post A Comment:

0 comments: