Di Perbatasan Usia

Sebuah catatan di hari ulang tahunku ke-39,
5 April, 1969

Antara tubuh dan sajak haus
darah ini mengalir terus
mengukir kayu
memahat batu
membuat gerak warna berlagu
melukis angin, api dan waktu
        di akhir usia muda
        di ambang usia tua

darahku yang mengalir
darah penyair;
dilandanya cinta terpendam mengunci diri
diciumnya bulan barat, diusapnya bintang pagi
reranting kering dijadikannya istana pualam
tanah muram, tempat penari meminjam malam;
        di akhir usia muda
        di ambang usia tua

biar kabur bulan menggapai awan
biar suram mentari dirangkul asap bumi
berlagulah darahku
nyanyikan rintih rindu
pada wewangi bunga layu
keremangan hari menanti
        di akhir usia muda
        di ambang usia tua

Puisi: Di Perbatasan Usia
Puisi: Di Perbatasan Usia
Karya: Fridolin Ukur

Catatan:
  • Fridolin Ukur lahir di Tamiang Layang, Kalimantan Tengah, pada tanggal 5 April 1930.
  • Fridolin Ukur meninggal di Jakarta, pada tanggal 26 Juni 2003 (pada umur 73 tahun).
Baca juga: Puisi Mamaku

Post A Comment:

0 comments: