Puisi: Delapan Windu (Karya Fridolin Ukur) Delapan Windu Pro: Sri! Akhirnya tiba juga di puncak bukit kembara pada usia senja lembut cerah delapan windu, hitungan enam puluh empa…
Puisi: Di Perbatasan Usia (Karya Fridolin Ukur) Di Perbatasan Usia Sebuah catatan di hari ulang tahunku ke-39, 5 April, 1969 Antara tubuh dan sajak haus darah ini mengalir t…
Puisi: Rumah Penuh Bunga (Karya Fridolin Ukur) Rumah Penuh Bunga Sri bersandar manja di bahuku mengenang 10 tahun pernikahan (I) Di sanggulmu mekar bunga selincah matamu tertawa je…
Puisi: Kaca (Karya Fridolin Ukur) Kaca Hari ini seperti sebuah kaca cermin masa silam; tampak lagi semua yang kita alami bertaut sampai kini yang kita harapka…
Puisi: Bisikan Waktu (Karya Fridolin Ukur) Bisikan Waktu Hadiah ulang tahun istriku, Sri yang ke-59, 13 Oktober 1992 Waktu pun berbisik: hari berlalu …
Puisi: Sang Waktu Berbisik (Karya Fridolin Ukur) Sang Waktu Berbisik Melepas J.J.Songan memasuki masa emeritus Sang waktu berbisik di sela-sela angin senja; sang waktu berbisik bersama …
Puisi: Maria (Karya Fridolin Ukur) Maria ( 1 ) Maria Perawan tumpukan Bahgia Dara rumpahan Kurnia. Dalam ribamu engkau memangku Hidup Sekali pernah engkau menggenggam Wa…
Puisi: Produk (Karya Fridolin Ukur) Produk cinta antara mentari putih dan tanah hitam-merah aku masih jua tak mengerti hanya produk yang nyata: pepohonan, rumput dan…
Puisi: Kuntum Kenang (Karya Fridolin Ukur) Kuntum Kenang Untuk keluarga: H.P. Kaufmann Hati berlari mendetiki kefanaan menghitung bunga-bunga putih bertebaran…
Puisi: Lalu Katamu (Karya Fridolin Ukur) Lalu Katamu Setangkai sajak untuk kawanku: Liam Khiem Yang (I) Tugasku hanya membuat sajak tentang d…