Puisi: Tahun-Tahun Padat Bakti (Karya Fridolin Ukur) Tahun-Tahun Padat Bakti Sapta dasawarsa: J.L.Ch. Abineno, Desember, 1987 (I) Mentari kita mentari khatulistiw…
Puisi: Kelarutan (Karya Fridolin Ukur) Kelarutan membisu pada diri penyair berkisah seorang iseng mati sepi langkah yang satu-satunya terseret masuki kelarutan malam antara…
Puisi: Aku pun Termangu (Karya Fridolin Ukur) Aku pun Termangu Menyimak ingatan hari-hari berlalu adalah kesyanduan lembut ramah menghembuskan bebauan dupa wangi dari yang…
Puisi: Angka yang Manis (Karya Fridolin Ukur) Angka yang Manis Hari ini kuseret kakiku yang renta Menginjak hitungan waktu, setahun lagi usia tambah menua Hari ini Kuseret kakiku ya…
Puisi: Bila Tiba Masa Tuaku (Karya Fridolin Ukur) Bila Tiba Masa Tuaku Puisi terpatah Di Hari Ulang Tahun ke-90 Ibu Tobing (I) Hari ini, malam ini wajah-wajah berseri …
Puisi: Sampai Masa Tuaku (Karya Fridolin Ukur) Sampai Masa Tuaku Adalah hari ini dua angka saling bercumbu dalam satu lingkaran: 69 tanda perbatasan sebelum menyandang usia tujuh pul…
Puisi: Lagu Biru (Karya Fridolin Ukur) Lagu Biru Bunga hati ini seperti detak jantung sendiri dan kata, hanya luapan rasa di relung d…
Puisi: Yang Pergi dan Yang Tinggal (Karya Fridolin Ukur) Yang Pergi dan Yang Tinggal Yang pergi tidak lagi akan mengalami kepahitan yang masih terus meracuni Mereka yang berjalan di lorong…
Puisi: Setangkai Anggrek Ungu (Karya Fridolin Ukur) Setangkai Anggrek Ungu Setangkai anggrek ungu berbunga tiga berlilit pita merah di tangkai lembut menatap diri bersama beningnya mata si …
Puisi: Wajah Bunda (Karya Fridolin Ukur) Wajah Bunda Gelap bertaut Mencipta sebuah wajah di samar mimpi Wajah bunda seraut! Di sayap hening malam wajah bermalam…