Puisi Fridolin Ukur

Puisi: Kepak Waktu (Karya Fridolin Ukur)

Kepak Waktu Sajak ulang tahun Sri ke-66 (I) Detik kembali membuka sayap mengepak-ngepak membawa tiupan angin hembusan panjang napas w…

Puisi: Aku pun Berjanji (Karya Fridolin Ukur)

Aku pun Berjanji         Kutelusuri jejak-jejak hidup ini         dalam kepak sayap kenang, untuk kutulis         di tonggak waktu hari ini …

Puisi: Terminal Akhir (Karya Fridolin Ukur)

Terminal Akhir ( 1 ) Seuntai sajak pisah atas nama kami yang pergi: Herman Pooroe, Dick Maitimoe, Ed. Lalisang, Ardi Soeyatno, Fr…

Puisi: Kuncup-Kuncup Puisi (Karya Fridolin Ukur)

Kuncup-Kuncup Puisi Untuk sahabatku: Eka Darma Putera (I) Senja Itu Datang Tiba-Tiba Senja itu datang tiba-tiba wajahny…

Puisi: Kembara Kita Berdua (Karya Fridolin Ukur)

Kembara Kita Berdua (1) hari ulang tahun pernikahan kami yang ke-36         Adalah hari ini         6 x 6 tahun lalu         ketika kau dan …

Puisi: Antara Diri dan Waktu (Karya Fridolin Ukur)

Antara Diri dan Waktu Antara diri dan waktu Selesai membenahi ruangan — kawan-kawan segera akan datang — naskah musyawarah baru saja selesa…

Puisi: Penyerahan (Karya Fridolin Ukur)

Penyerahan Keherananku, mengapa Waktu teja membentang di kecupan senja Antara bibir merekah dan malam menganga Aku rindu bercu…

Puisi: Tahun-Tahun Padat Bakti (Karya Fridolin Ukur)

Tahun-Tahun Padat Bakti Sapta dasawarsa: J.L.Ch. Abineno, Desember, 1987          (I)         Mentari kita         mentari khatulistiw…

Puisi: Kelarutan (Karya Fridolin Ukur)

Kelarutan membisu pada diri penyair berkisah seorang iseng mati sepi langkah yang satu-satunya terseret masuki kelarutan malam antara…
© Sepenuhnya. All rights reserved.