Dua Ekor Kupu-kupu

Aku sedang mencangkul di kebun
tatkala itu Danu datang
Engkau sedang panen apa?
Kujawab,
Danu, singkong dan buah pisang
semalam dirampas orang
Ia mendekat dengan wajah ragu
bagai langit pagi itu
ditutup awan kelabu
Pucat dan muram
Engkau lama sembunyikan muka
Ia menggeleng.
Tidak! Aku selalu diburu kerja
kereta suka terlambat tiba.
Dua ekor kupu-kupu dena
melayang ke arah utara
dan angin menghempaskannya
Katanya,
Kriminalitas tambah mengganas
di tempat-tempat paling sibuk
di pusat Kota Jakarta
Aku menatapnya
Ia bungkam sementara
dan menyulut rokoknya
Katanya,
Perampok rela membunuh
cuma perkara seribu perak
dan seorang anak sekolah dasar
dari atap kereta dilempar
cuma ingin merampas dua ribu perak
Bukan itu saja,
Perkosaan anak-anak belita
bagai penyakit demam berdarah menjalar
di kota dan di desa
mungkin juga, akhlak mereka telah dicincang
sabu-sabu, ganja dan miras
Dan berjenis adegan porno di video
dan berjenis adegan ranjang di televisi
Ia bungkam sementara
matanya berkedip-kedip bagai
lilin diembus angin
Aku berkata,
Kriminalitas napas derita
sementara rakyat hidup sengsara
dihimpit diperas beratus-ratus bea
sengsara ada di mana-mana
di kota di desa
mencengkram rakyat kita.
Pengangguran terus berguguran
bagai daun-daun runtuh
ke bumi
Dua ekor kupu-kupu dena
terbang ke utara
dan angin kencang menghempaskannya
laksana rakyat dihempas badai derita.

11 Oktober 2003
Puisi: Dua Ekor Kupu-kupu
Puisi: Dua Ekor Kupu-kupu
Karya: M. Saribi Afn

Catatan:
  • Nama lengkap M. Saribi Afn adalah Mohammad Saribi Affandi.
  • M. Saribi Afn lahir di Ngawonggo, Klaten, pada tanggal 15 Desember 1936.
Baca juga: Puisi karya Sugiarta Sriwibawa

Post A Comment:

0 comments: