Puisi: Kampung Lalang (Karya L.K. Ara)

Kampung Lalang

di awal tahun empat tujuh
di kampung lalang yang jauh
ketika itu hari menjelang ashar
kami asyik mengunyang jagung bakar
dan mereguk kopi panas
tiba-tiba suara truk menderum
menderum, menderum
di atasnya sepeleton pasukan musuh
diturunkan di ujung jembatan
hanya seratus meter
dari tempat kami
sedang melakukan
semacam patroli perbatasan

melihat keadaan demikian gawat
kami bersembunyi cepat-cepat
kami tahu musuh lebih banyak
bersenjata lebih lengkap

hati kami dag-dig-dug
sambil besiap-siap
hati kami dag-dig-dug
tapi kami bersiap-siap

kami merangkak ke tempat terlindung
satu-satunya tempat terlindung
tanggul sungai
merambat ke bawah jembatan
yang di atasnya ilalang panjang
dari tempat sembunyi ini
dapat melihat gerak-gerik musuh

mereka bakar ladang
mereka bakar padi yang menguning
mereka bakar juga tumpukan padi
mereka obrak-abrik rumah
mereka hardik petani
dan para petani tiada berdaya
dan kami menyaksikan
ya Tuhan
kami menyaksikan

ya Tuhan
kekuatan tiba-tiba datang
menyala api keberanian
kami cuma bertujuh
akan melawan setengah peleton musuh

dua jam lebih
petani ditakut-takuti
lalu mereka tertawa-tawa
mereka menuju truk
di ujung jembatan
yang dari stasiun
juga menuju truk
sehingga lengkap berkumpul
satu peleton
disaat musuh demikian
serangan mendadak kami lakukan
isyarat tembak sudah diberikan
ya Tuhan
dengan senjata seadanya
peluru baja dimuntahkan
ya Tuhan
kami
menjaga negeri kami
tak takut lagi
meski maut kami hadapi

di awal tahun empat tujuh
di kampung lalang yang jauh
ketika itu hari menjelang ashar
kami asyik mengunyah jagung bakar
dan mereguk kopi panas
tiba-tiba suara truk menderum
menderum, menderum
meski sudah tertindih debu sejarah
kadang-kadang datang sebagai kenangan
mencoba mengingatkan rasa keikhlasan
bagi langkah yang kini sedang diayunkan

Jakarta, 8 Pebruari 1993
Puisi: Kampung Lalang
Puisi: Kampung Lalang
Karya: L.K. Ara

Catatan:
  • Nama lengkap L.K. Ara adalah Lesik Keti Ara.
  • L.K. Ara lahir di Kutelintang, Takengon, Aceh Tengah, 12 November 1937.

Baca juga: Puisi Negeri Demokrasi
Blogger
Disqus
Komentar

Tidak ada komentar