Ke Toboali, Kita ke Toboali

Kami tambah jauh darimu
Tapi kami makin dekat
Dengan Koba dan Toboali

Udara langit tebal menghitam
Dan pepohonan di pelataran
Semakin temaram
Namun kami harus berjalan
Ke Koba dan Toboali

Ingin kulihat tapak Cheng Ho
Seorang muslim
Laksamana dan pelaut sejati
Yang berasal dari Desa He Dai
Ingin kusaksikan benteng Portugis
Yang konon bekasnya masih terguris

Ke Toboali, kita ke Toboali

Dalam sore yang indah
Kami semakin dekat ke Toboali
Daerah perjuangan
Rakyat terang terangan
Melawan penjajahan
Di bawah pimpinan Depati Amir
Depati Barin dan Depati Marawang

Di lembar daun sejarah
Tertulis dengan tegas
Masyarakat dan penduduk asli Suku Laut
Juga kaum Lanun tak pernah takut
Terbayang mereka menyerbu parit-parit timah Belanda
Di sekitar Sungai Kepo
Untuk merebut kembali Toboali
Lihatlah mereka maju dengan berani
Sehingga pasukan Belanda terpaksa mundur
Ke Pangkalpinang dengan teratur

Di lembar daun sejarah
Juga terlukis
Tentang kota Toboali yang manis
Kota indah di pinggir lautan
Yang tumbuh jadi kota pertambangan

Ke Toboali, kita ke Toboali
Kota kenangan di zaman revolusi

Toboali, Pangkalpinang
26 Desember 2003
Puisi: Ke Toboali, Kita ke Toboali
Puisi: Ke Toboali, Kita ke Toboali
Karya: L.K. Ara

Catatan:
  • Nama lengkap L.K. Ara adalah Lesik Keti Ara.
  • L.K. Ara lahir di Kutelintang, Takengon, Aceh Tengah, 12 November 1937.

Baca juga: Puisi tentang Corona

Post A Comment:

0 comments: