Puisi: Kepada Sebuah Airterjun (Karya Surachman R.M.)

Kepada Sebuah Airterjun

Adakah kata-kata yang bisa kutempa agar mampu
menjelmakan suara kemahabesaranmu?
Rasanya 'kan percuma saja. Segalanya kan lebur
'kan luluh dalam gegap guruh dan guntur

yang bersumber di rongga rahim lubukmu. Hei, musafir
yang datang berduyun! Atau kau yang tertegun tersendiri!
Kesan apakah yang menorehmu dari keindahan zahir
dan kelimpahan mewah bikinan? Setelah kau jauh kemari

seakan punah segala dongengan purba tentang
mambang dan peri. Tidak kau temukan, sepanjang
jaringan pelangi yang membentang di lembah ini,
bahkan seorangpun bidadari yang turun mandi.

Yang ada cerita nyata hidup beredar di sini: Dahulu
sebuah kapal telah hanyut. Ia kandas dan berhenti
pada titik batas tak bisa kembali. Dalam lumut waktu
terbujur bangkainya kini. Penghormatan kepada akal insani

Selebihnya adalah samar. Sedang pantulan dinding
batu anggunmu: bayangan muram moyang pribumi Indian
(Menangisi anak pinak yang kian jauh terasing
dalam jurang suaka, dusta yang bernama peradaban.)


Niagara Falls, musim panas 1970

Alih Edjaan Tempo Doeloe ke Ejaan yang Disempurnakan oleh: Arief Munandar
Puisi: Kepada Sebuah Airterjun
Puisi: Kepada Sebuah Airterjun
Karya: Surachman R.M.
    Catatan:
    • Surachman R.M. lahir di Garut, Jawa Barat, 13 September 1936
    Baca Juga: Puisi Penyair Terkenal Dunia
    Blogger
    Disqus
    Komentar

    Tidak ada komentar