Puisi: Lebaran di Tengah-tengah Gelandangan

Lebaran di Tengah-tengah Gelandangan

Di pinggir empang Pondok Cabe antara
bukit-bukit bambu dan pohon cemara
mulai menguntum apa yang bertahun-tahun
kita impikan. Di kakinya mata air tertegun

Jauh di kota gelandangan menguis sisa makanan
dalam tong-tong sampah kaki lima. Orok lahir di pinggir kali.

Kulihat tanganmu memberi apa yang mereka harapkan:
kain sembahyang, sekeping kehidupan berarti

Kau bertanya: — ‘Kan tercapainya nazar kita
ini, membina cita-cita Adam: pangan, tauhid dan iman?
Pandangmu ke sekitar. Pisang, pepaya dan ketela

Aku mendoa – Tuhan inilah persembahan kami
Tanah, empang, kebun dan bukit-bukit ini
bagi mereka yang kehilangan jalan

Pondok Cabe, 2/12/1970
Puisi: Lebaran di Tengah-tengah Gelandangan
Puisi: Lebaran di Tengah-tengah Gelandangan
Karya: Bahrum Rangkuti

Catatan:
  • Bahrum Rangkuti lahir pada tanggal 7 Agustus 1919 di Galang, Riau.
  • Bahrum Rangkuti meninggal dunia pada tanggal 13 Agustus 1977 di Jakarta.
  • Nama lengkap beliau adalah Bahrum Azaham Syah Rangkuti Pane Al Paguri.


Baca juga: Puisi Indonesia Menangis
Blogger
Disqus
Komentar

Tidak ada komentar