Malam

Runduk mantari masuk peratai.
Meniduri bumi memeluk memp'lai.
Lindap cahaya, lemas suwarai,
Merimah mata menyapuh permai.

Jingga angkasa sut'ra tudungan.
Diselangi merah perada awan.
Sampai ke gunung, puncak melawan
Terampai undung di dada t'galan.

Lumbut mendadung rakyat udara.
Cahaya bungsu mengilang tera.
Salam kudian pada tentara
Tidurlah Dian penyuluh ind'ra.

Limbur menelan sabur yang lemas.
Peranglah malam menyerang emas.
Hilang cahaya datang Cuaca.
Menerang dupa merayu Chalas.

Gilang kencana putri purnama.
Memelang Laman sulaman Dewa.
Daun digubah perak perada.
Tersiur simbah ditiup Paw'na.*

Sunyi senyaplah kian yang hidup.
Engap Pawana sayup bertiup.
Mencucur ambar k'hati yang rusuh.
Meliput sukar jantung yang gaduh.



* Paw'na = Dewa angin.
Puisi: Malam
Puisi: Malam
Karya: Rustam Effendi

Catatan:
  • Edjaan Tempo Doeloe: Roestam Effendi.
  • Ejaan yang Disempurnakan: Rustam Effendi.
  • Rustam Effendi lahir di Padang, Sumatra Barat, pada tanggal 13 Mei 1903.
  • Rustam Effendi meninggal dunia di Jakarta, pada tanggal 24 Mei 1979.
  • Nama samaran Rustam Effendi adalah Alfaroes. Nama samaran lain yang juga pernah digunakan adalah Rangkajo Elok, Rantai Emas, Rahasia Emas, dan lain-lain.

Baca juga: Puisi Rindu Kekasih yang Jauh

Post A Comment:

0 comments: