Matinya Pandawa yang Saleh

di belakang rumahnya
dekat sumur
ketika bersiap untuk sembahyang
sebelum tidur
menyergap dia
yang menuntut janji
- tapi mataku belum cukup melihat dunia
dan aku belum pamit kepada keluarga -
dengan tak sabar kuku maut
telah menusuk merihnya
dan dibawa ia lari di bawah kepak hitam
tanpa sempat berkumur di perigi
dengan sisa nasi di sela gigi

Puisi: Matinya Pandawa yang Saleh
Puisi: Matinya Pandawa yang Saleh
Karya: Subagio Sastrowardoyo

Baca juga: Puisi Kenangan Masa Lalu

Post A Comment:

0 comments: