Puisi: Mesin dan Robot (Karya Wing Kardjo)

Mesin dan Robot

(1)

Mesin-mesin dan robot bekerja lebih baik daripada buruh
tak perlu makan, tak perlu minum, tak perlu tidur, bisa
bekerja penuh sehari-semalam dalam tempat terang,
dalam tempat gelap dengan irama yang tetap.

Hanya diperlukan tenaga ahli, tak banyak, sekedar
melayani mesin agar terus berjalan. Bukankah surga.
Tak ada lagi tuntutan, tak ada lagi keluhan,
ancaman mogok yang seperti momok.

Di zaman ini segala jalan, lancar seperti sekunar. Kekurangan
modal? Panggil kapital asing, sebentar tentu datang mengulurkan
tangan. Lantas bikin proyek, misalnya membuka tambang, dan

agar aman, undang tenaga luar. Toh, kita mampu bayar. Sedang
lahan milik negara, kita hanya minta bagian, persis seorang
calo. Praktis dan sederhana, peran kita sebagai bangsa.


(2)

Mesin-mesin dan robot tak punya istri, tak punya anak, tak
perlu takut pulang ke rumah tanpa bawa uang, tak perlu
kuatir dirongrong mertua dan sanak. Mesin-mesin dan
robot tak usah pulang ke rumah. Kalau nganggur tidur

di tempat kerja, tak baca koran di kantor, tak curi-curi waktu buat
main kartu. Majikan hanya menggerutu kalau kehabisan cerutu
atau bahan baku. Kewajiban pada negara? Sisihkan sekian persen
sebagai pajak, bisa kurangan kalau bayar uang siluman.

Pertanggungjawaban hanya dalam rapat persero, kalau perusahaan terbatas.
Ini kan perusahaan keluarga, seperti tertera dalam undang-undang negara:
perekonomian berasaskan kekeluargaan? Karena dalam lingkungan

terbatas, tak perlu pengawas. Usaha masih nasional, tak merugikan
kepentingan sosial. Layanan dan barang hanya buat orang-
orang berada. Wah, mewah dan mahal.

Puisi: Mesin dan Robot
Puisi: Mesin dan Robot
Karya: Wing Kardjo

Catatan:
  • Nama lengkap Wing Kardjo adalah Wing Kardjo Wangsaatmadja.
  • Wing Kardjo lahir di Garut, Jawa Barat, pada tanggal 23 April 1937.
  • Wing Kardjo meninggal dunia di Jepang 19 Maret 2002.

Baca juga: Info Motor Baru
Blogger
Disqus
Komentar

Tidak ada komentar