Puisi: Sepanjang Jalan Ayah

Sepanjang Jalan Ayah

Sepanjang jalan ayah, adalah kenangan yang tak hancur. Meskipun waktu telah mengubur. Tangisku jadi benih yang hambur. Bagaimanapun ayah adalah jantung, yang terus mengurung. Setiap detak, decak, atau serak suara. Bagaimanapun ia adalah ujung rindu yang kerap utuh. Tak bisa kuhitung, petuah yang memamah.

Sepanjang jalan ayah. Kelokan yang panjang, aku kerap menelusuri lagi. Segala serpih yang lesap. Memungutinya lagi. Dan lingkaran foto menahun. Aku merawat airmata yang curah, dari setiap detik kepergianmu. Tak pernah habis untuk kutepis.

Sepanjang jalan ayah. Kota yang alpa mencatat ihwal kanak yang berkarat. Keriangan masa muda, yang kini kembali dilumuri sepi. Tanpa ayah.

Tangerang, 2015
Puisi Sepanjang Jalan Ayah
Puisi: Sepanjang Jalan Ayah
Karya: Alex R. Nainggolan

Baca Juga: Puisi Puitis dan Romantis
Blogger
Disqus
Komentar

Tidak ada komentar