Puisi: Tantangan (Karya Abdul Wahid Situmeang)

Tantangan

Siapa lagi mau angkat bicara
tentang kejayaan dan kemegahan bangsa
di atas ini bumi luka parah
bumi yang sabar dan ramah
damai dalam kesuraman lingkup

Jangan lagi kau bicara dan bicara
membeber cerita fitnah dan dusta
membela kerakusan hatimu yang hina
karena cukup kami kenal siapa kau yang sebenarnya
macan penghulu belantara

Hati yang pongah angkuh dan serakah
yang mengeruhkan kejernihan ampera
ke mana lagi kau berlindung
semua jalan lari sudah kami serung
semua pintu padamu mengatup

Hati yang pongah angkuh dan serakah
yang mengotori kesucian ampera
terima kematian dirimu yang celaka
binasa dipentung rujung henti denyut jantung
di sini tak ada lagi tempat buat hati yang lancung

Puisi: Tantangan
Puisi: Tantangan
Karya: Abdul Wahid Situmeang

Baca juga: Puisi Bulan Agustus
Blogger
Disqus
Komentar

Tidak ada komentar