Bunda Kandung

telah kau sentuh
raut-raut hatiku
yang paling sendiri

telah kau usapi nafas
detak jantungku yang lambat
bagai mimpi harapan
yang dekat ke mataku

telah kau antar aku, ke daerah
yang bergegar juang
padat makna setia dan cinta
pada beratnya keyakinan
pada tetapnya tujuan

masih adakah berkata
tentang ragu di antara kita
sedang tagihan tanah air
bagai bunda kandung
mencium di kening

Makassar, 1964

Puisi: Bunda Kandung
Puisi: Bunda Kandung
Karya: Aspar Paturusi

Catatan:
  • Nama asli Aspar Paturusi adalah Andi Sopyan Paturusi.
  • Aspar Paturusi lahir pada tanggal 10 April 1943 di Bulukumba, Sulawesi Selatan.

Baca juga: Puisi Putus Asa

Post A Comment:

0 comments: