Elegi Alam

gerimis mengantar senja ke dalam malam
kini aku beralih membaca isyarat wajah alam
aku tak kuasa menyaksikan gemuruh situasi
sejuta saudara seiman berduyung di jalanan
nyawa dan luka-luka menantang kekuasaan

gerimis mengantar senja ke dalam malam
di sini aku sedang menghayati keheningan
mereka bertarung sepanjang siang dan malam
mereka menanggalkan tahun-tahun derita
mereka berada di puncak kelelahan jiwa

gerimis mengantar senja ke dalam malam
aku berdiam diri dari hembusan udara dingin
mereka juga kedinginan namun jiwa membara
berjuta umat menghadapi seorang penguasa
kursi empuk, betapa berat meninggalkannya

gerimis mengantar senja ke dalam malam
kuputuskan tidak hanya membaca wajah alam
aku harus menajamkan mata ke sekeliling
kian banyakkah hal-hal aneh yang terjadi?
apakah kita terbuai oleh mimpi-mimpi?

Jakarta, 2 Februari 2011
Puisi: Elegi Alam
Puisi: Elegi Alam
Karya: Aspar Paturusi

Catatan:
  • Nama asli Aspar Paturusi adalah Andi Sopyan Paturusi.
  • Aspar Paturusi lahir pada tanggal 10 April 1943 di Bulukumba, Sulawesi Selatan.

Baca juga: Puisi Air Mata Kesedihan

Post A Comment:

0 comments: