Puisi: Elegi Pemuda (Karya Linus Suryadi AG) Elegi - pemuda Pemuda itu memetik gitar dunia guramnya sendiri Udara sekitarnya gemetar menjalin Dukamu Abadi Seorang gadis telah pergi dengan sakra…
Puisi: Elegi Nakhoda Harap (Karya A. Munandar) Elegi Nakhoda Harap Dengan atau tanpa memaksa, aku mungkin akan menyesali. Satu atau dua, atau mungkin tiga tahun lagi. Hanya masalah waktu. Untu…
Puisi: In Memoriam Motinggo Boesje (Karya Eka Budianta) In Memoriam Motinggo Boesje (1937-1999) Seekor lumba-lumba terdampar di hatiku Aku tak bisa menolongnya Pada pagi di masa kecilku Di pantai malam ini…
Puisi: Elegi (Karya Acep Zamzam Noor) Elegi Ada yang membersit dari matamu Nyala api Sejuta bunga tulip dalam genggam matahari O, sejuta bunga tulip dalam genggam sepi Aku menjelangmu Sep…
Puisi: Elegi Nostalgia (Karya A. Munandar) Elegi Nostalgia Apa kau ingat, betapa dulu kau tersesat di mataku? Betapa kau berjanji, tidak akan pernah mengatakan selamat tinggal? Dulu. Apapun ya…
Puisi: Rangkuman Sebuah Foto (Karya A. Munandar) Rangkuman Sebuah Foto Aku benci mengenangmu. Aku benci memikirkanmu. Karena semua tentangmu membuatku benci dengan hidupku membuatku benci dengan…
Puisi: Elegia Ibu Kota (Karya Aldian Aripin) Elegia Ibu Kota O, Bapa pemimpin o, pemerintah hati yang beku betapa dingin. Siang betapa panas lelaki kami berkeringat m…
Puisi: Elegi (Karya Rita Oetoro) Elegi ternyata belum sepenuhnya — daku pasrah sumarah: masih juga kebimbangan menjadi pedang bermata dua, terhunus tajam di tubir jurang! 1992 S umbe…
Puisi: Elegi (Karya Linus Suryadi AG) Elegi Akulah tongkang sendirian Perahu di tengah lautan Sunsang menampung malang Rambu-rambu dunia lataku …
Puisi: Dari Dua Dunia Belum Sudah (Karya Rivai Apin) Dari Dua Dunia Belum Sudah Pagi ini aku dengar beritanya, Aku ke jalan Orang-orang jualan dan hendak pergi …
Puisi: Elegi Bendera (Karya Diah Hadaning) Elegi Bendera Lahir di masa silam tumbuh dalam kebersamaan dan warna semakin terang. Dijahit oleh tangan cinta disimpan kini bagai pu…
Puisi: Inikah yang Kau Tunggu? (Karya A. Munandar) Inikah yang Kau Tunggu? Kabar gembira untuk musuh Wajahmu tak mau berseri Dengan kisah yang enggan kembali. …
Puisi: Fragmen Perpisahan (Karya A. Munandar) Fragmen Perpisahan Terikat dengan mimpi yang tidak ingin kita perjuangkan, bersujud dalam nurani insani. Setiap hari kita menyalahkan takdir, se…
Puisi: Tak Ada yang Salah (Karya A. Munandar) Tak Ada yang Salah Kedatanganmu adalah ketidaksengajaan yang tumbuh tanpa pupuk, dengan sendirinya berbunga dan berbuah tak bisa dipetik. Tak a…
Puisi: Hujan Waktu Itu (Karya A. Munandar) Hujan Waktu Itu Hujan pertama telah datang dari perginya September lalu. Bumi kembali basah, begitu juga hatiku. …
Puisi: Elegi Serang (Karya Toto ST Radik) Elegi Serang Selamat pagi, cintaku tanah sebelah mana lagikah bakal kautanam pabrik-pabrik dan mimpi buruk? Kuntum mawar tanggal dari …