Puisi: Aku Ingin Jatuh Padamu (Karya A. Munandar) Aku Ingin Jatuh Padamu Aku ingin jatuh padamu seperti jatuh padanya. Karena denganmu, aku mengerti rasa sa…
Puisi: Elegi Kota (Karya Wayan Jengki Sunarta) Elegi Kota kota tua yang melumuri wajahku dengan sejarah dan juga darah ungsikan letihmu selalu saja ada yang ranggas dari harapan jel…
Puisi: Elegi (Karya Abdul Hadi WM) Elegi (1) Di sorga: ada juga derita Ketika keranda-keranda putih Dalam gelap gulita Ditarik kereta berkuda Ke sungai perak Ruh-ruhpun…
Puisi: Tentang Kita (Karya A. Munandar) Tentang Kita Betapa buruknya untuk menyadari, bahwa semua yang aku lakukan demimu adalah semua yang tidak akan pernah kau lakukan demiku. Bahkan u…
Puisi: Diploma Pembatas Kisah (Karya A. Munandar) Diploma Pembatas Kisah Jika memang kita berdiri pada 'seharusnya' sudah seharusnya kita berhenti sudah seharusnya kita menjauh dari s…
Puisi: Catatan-Catatan Kecil (Karya Dimas Indiana Senja) Catatan-Catatan Kecil Yang Kubuat Saat Purnama Menguning Di Wajah Perempuan ( : Primadita Herdiani ) Malam lim…
Puisi: Elegi (Karya Toeti Heraty) Elegi (1) (1) kau gelisah sayang tampaknya malam yang menyingkirkan awan tetapi pucuk-pucuk mendung memercikkan getar pohon-pohon t…
Puisi: Elegi Lut Tawar (Karya Ansar Salihin) Elegi Lut Tawar Dari Singahmata kupandang Air biru dalam cekungan Lut Tawar-lah namamu Mengalir hingga ke hilir nikmat mana kau dustakan lag…
Puisi: Elegi Kejujuran (Karya Aspar Paturusi) Elegi Kejujuran Alkisah, di puncak pohon ada buah kejujuran sudah ranum dan amat elok dipandang berkilau dan baunya sebarkan harum heran, tak ada yan…
Puisi: Elegi (Karya Rivai Apin) Elegi Apa yang bisa kami rasakan, tapi tak usah kami ucapkan Apa yang bisa kami pikirkan, tapi tak usah kami katakan Janganlah kau bersedih …
Puisi: Elegi (Karya Rita Oetoro) Elegi ternyata belum sepenuhnya — daku pasrah sumarah: masih juga kebimbangan menjadi pedang bermata dua, terhunus tajam di tubir jurang! 1992 S umbe…
Puisi: Nisan (Karya Chairil Anwar) Nisan Untuk Nenekanda Bukan kematian benar menusuk kalbu Keridhaanmu menerima segala tiba Tak kutahu setinggi itu di atas d…
Puisi: Elegi Kota (Karya Hijaz Yamani) Elegi Kota Kotaku yang tak pernah lagi tidur malam-malam selalu menerima nasib orang-orang di sepanjang jalan dalam alur yang deras Orang-orang pun m…