Kuint

Puisi: Terang Bulan (Karya Joko Pinurbo)

Terang Bulan Di bawah jembatan layang bocah lima tahun berkelahi dengan bayangannya sendiri. Uh! Ia mengerang. Perutnya yang kembung ken…

Puisi: Sabar (Karya Muhammad Yusuf Praja)

Sabar Saat cobaan datang tak diundang Saat sesuatu terjadi di luar keinginan Hati yang teguh harus senantiasa disiapkan Amarah yang membludak harus d…

Puisi: Seribu Kunang-Kunang di Jakarta (Karya Joko Pinurbo)

Seribu Kunang-Kunang di Jakarta Gadis kecil jalan seorang dengan payung hitam. Tangannya gemetar menjinjing bulan dalam keranjang. 2…

Puisi: Bintang Malam (Karya Linus Suryadi AG)

Bintang Malam     Semesta hariku menjadi lain, sejak hujan-musimpun menepiskan dingin tanpa angin, diam diam diam mengguyur kelam, di langit semerbak…

Puisi: Selayar Waktu Berdarah (Karya Astri Wijaya Fitria)

Selayar Waktu Berdarah Remang kilau cahaya rembulan larut beriringan malam Gegap derap langkah yang kian ringkih  Heningnya menyeret dalam ruang wakt…

Puisi: Secangkir Kopi (Karya Sapardi Djoko Damono)

Secangkir Kopi Secangkir kopi yang dengan tenang menunggu kau minum itu tak pernah mengusut kenapa kau bisa membedakan aromanya dari asap ya…

Puisi: Gereja Ostankino, Moskwa (Karya: W.S. Rendra)

Gereja Ostankino, Moskwa Menaranya cukup tinggi tapi menggapai sia-sia. Pintunya mulut sepi rapat terkunci derita lumat dikunya…

Puisi: Pertapa (Karya Sapardi Djoko Damono)

Pertapa Jangan mengganggu: aku, satria itu, sedang bertapa dalam sebuah     gua, atau sebutir telur, atau. sepatah kata - ah, apa pula     bedan…

Puisi: Meledak Hati (Karya Mochtar Lubis)

Meledak Hati dalam malam kelam ini meledak hati aduh, kapan datang pagi? 8 Mei 1965 Sumber:  Catatan Subversif (1980) Analisis Puisi : Puisi "Me…

Puisi: Tugu (Karya Rivai Apin)

Tugu Bila rumah dan mimpi telah hancur Jangan kaukatakan: Binatang-binatang pada mati, semuanya keindahan pada redup Dan kau telah sendiri…

Puisi: Mampir (Karya Joko Pinurbo)

Mampir Tadi aku mampir ke tubuhmu tapi tubuhmu sedang sepi dan aku tidak berani mengetuk pintunya. Jendela di luka lambungmu masih terbuka…

Puisi: Malampun Tiba (Karya Risky Agato)

Malampun Tiba Malampun tiba aku tak sempat mengejakan namamu Tak sempat membisikkan selamat tidur melalui cahaya bulan Malampun tiba aku belum sampa…

Puisi: Hai, Kamu! (Karya W.S. Rendra)

Hai, Kamu! Luka-luka di dalam lembaga, untaian keangkuhan kekerdilan jiwa, noda di dalam pergaulan antar manusia duduk di dalam k…

Puisi: Detak (Karya Seno Gumira Ajidarma)

Detak pagi berdetak mengejar malamnya arloji berdetak mengejar waktunya pohon berdetak mengejar buahnya sungai berdetak mengejar lautnya siapa berdet…

Puisi: Tanah Sunda (Karya Ajip Rosidi)

Tanah Sunda Kemana pun berjalan, terpandang daerah ramah di sana Kemana pun ngembara, kujumpa manusia hati terbuka mesra meneri…

Puisi: Khasiat Transformasi Panik (Karya Pudwianto Arisanto)

Khasiat Transformasi Panik sakit diperdaya resep, pertemuan yang diulang-ulang itu sibuk menerima inskuksi: pangkal paha disudahi injeksi perasan sul…
© Sepenuhnya. All rights reserved.