Puisi: Keluh (Karya Sanusi Pane) Keluh O, pikiranku, pergilah melayang. Dalam. Malam. Ah, bawa hatiku, cinta dan sayang. O, jiwaku, …
Puisi: Engkau yang dari Jauh (Karya Abdul Hadi WM) Pucung: Engkau yang dari Jauh Engkau omong dari jauh Bahwa malam akan teduh Aku tak bisa percaya Sementara langit tak bertanda Sementara kota. Tertut…
Puisi: Nokturno (Karya Acep Zamzam Noor) Nokturno Untukmu kunyanyikan lagu rinduku malam ini Dengan musik yang tenang kulayari gelombang pasang Kau tahu, betapa hening bunyi yang di…
Puisi: Manila Bay, Senja (Karya Acep Zamzam Noor) Manila Bay, Senja Kau membawaku pada puncak gelombang Dan gelombang membakarku dengan sepinya Sebelum gelap…
Puisi: Di Museum Vincent Van Gogh, Amsterdam (Karya Acep Zamzam Noor) Di Museum Vincent Van Gogh, Amsterdam Di ranjang yang kusam kau menggeraikan Rambut ilalangmu. Dingin yang se…
Puisi: Sajak Tulang Rusuk (Karya Gunoto Saparie) Sajak Tulang Rusuk mungkin kau memang tulang rusukku tapi aku tak habis mengerti karena kau hanya misteri meski kuhafal lekuk tubuhmu meski kunikmati…
Puisi: Demikian (Karya Sutan Takdir Alisjahbana) Demikian... Ya, ya tuan Pirngadi, Demikianlah ingatan beta kehendaki: Muda gembira di puncak bahagia, Berhias emas mempelai remaja Dan penuh ria sina…
Puisi: Tugu (Karya Rivai Apin) Tugu Bila rumah dan mimpi telah hancur Jangan kaukatakan: Binatang-binatang pada mati, semuanya keindahan pada redup Dan kau telah sendiri…
Puisi: Sebutir Bintang di Langit (Karya Diah Hadaning) Sebutir Bintang di Langit Suara-suara malam mengapung di udara basah sehabis hujan senja orang-orang duduk diam mendengarkan biografi mi…
Puisi: Pangrango (Karya Acep Zamzam Noor) Pangrango Dari sini Tatkala cemara meluruh daun Pohonan ngungun. Kita melihatnya Dan angin yang bergegas Lepas ke arah kita Kita mendengarnya Tatkala…
Puisi: Kumaknai (Karya Acep Zamzam Noor) Kumaknai Di atas bukit yang menyerupai lukisan Kabut bagaikan dinding tebal Yang menopang udara. Musim menjadi tangga Antara yang sementar…
Puisi: Malam (Karya Acep Zamzam Noor) Malam Tubuhmu yang dibalut kain batik itu Seperti menuturkan sebuah cerita Pada lampu yang redup. Rambutmu Seperti datang dari selatan Membawa gamela…
Puisi: Kepada Mata (Karya Joko Pinurbo) Kepada Mata Kaulah matahari malam yang betah berjaga menemani saya, menemani kata, sehingga saya tetap bisa menyala di remang redup kata…
Puisi: Jalan Tuntang (Karya Piek Ardijanto Soeprijadi) Jalan Tuntang Mendung tebal menjemputku mengucapkan selamat datang ketika aku sampai ke jalan tuntang yan…