Puisi: Labirin (Karya Leon Agusta)

Labirin

Pohon tanda tangan
berbuah sebelum di tanam
di bawah meja

Menjelmakan hamparan taman impian
Daunnya gugur jadi terjangan kata-kata

Di atas kertas resmi, dalam aneka risalah
Memuat pasal demi pasal, ayat demi ayat

Pagar-pagar lama pun kian merapuh
Runtuh rata dilanda badai kata-kata

Pasal-pasal tak sakral

Ayat-ayat tak suci
Dalam remang kabut
Labirin seakan tak berujung
Di seberang
hanya kabut

2008
Puisi: Labirin
Puisi: Labirin
Karya: Leon Agusta

Catatan:
  • Leon Agusta lahir di Sigiran, Nagari Tanjung Sani Maninjau, Sumatra Barat, 5 Agustus 1938.
  • Leon Agusta meninggal dunia di Kota Padang, 10 Desember 2015 (pada umur 77 tahun).

Baca juga: Puisi Galau
Blogger
Disqus
Komentar

Tidak ada komentar