Nenek Yamnun

nenek Yamnun
orang kata nenek yang pikun
usianya memang tua
(sekitar 80 tahun)
orang menyebutnya pikun
tapi ia tak merasa pikun
malah ia bilang
jangan saya disebut pikun

melakukan salat di Masjidil Haram
nenek Yamnun pergi bersama teman jamaah
ketika pulang ia terpisah
lalu pulang ke pondokan sendirian
dibantu petugas lalu lintas
atau siapa saja yang ikhlas

nenek Yamnun tak suka disebut pikun
walau pergi ke kamar mandi saja
ia lupa pulang ke kemahnya
nenek Yamun tak suka disebut pikun
walau ia sering bertanya
apa ia sudah salat atau belum

dalam perjalanan
menunaikan ibadah haji
sekitar empat puluh hari
orang-orang diserang flu dan batuk
nenek Yamnun tidak
ia tak pernah pergi
ke dokter kloter
nenek Yamnun tak terkena sakit perut
meski makanan sangat berbeda
dengan kebiasaannya

nenek Yamnun tak suka disebut pikun
waktu luangnya diisi dengan tekun
sebuah Quran kecil selalu berada
di tangan
dia baca tanpa suara
matanya menyala tanpa kaca mata
tasbih tak lepas dari genggaman
kadang sambil tiduran ia gunakan

nenek Yamnun
seluruh hidup diisi dengan tekun
zikir di mulut, zikir di hati
ganti berganti beralun-alun

Makkah, 5 Juni l993
Puisi: Nenek Yamnun
Puisi: Nenek Yamnun
Karya: L.K. Ara

Catatan:
  • Nama lengkap L.K. Ara adalah Lesik Keti Ara.
  • L.K. Ara lahir di Kutelintang, Takengon, Aceh Tengah, 12 November 1937.

Baca juga: Puisi Hujan Bulan Februari

Post A Comment:

0 comments: