Puisi Malam Hari

Di ujung kukumu nasib membeku duka

Akulah si buta di negeri asing
Melangkah kaku dan ragu
Menjelangi petang dan pagi
Antara haru cemas dan sepi
Dan cahaya bumi berpendaran

        Ketika suara
        Di mimbar tua
        Melintas mati

Dan ketika bangkit sabda
Dalam gaib yang fana
Langit pun tersenyum
Rahasia kepedihan terbuka lirih

Menerjang dan menyerang

Penjara Tanah Merah
Pekanbaru, 1970
Puisi: Puisi Malam Hari
Puisi: Puisi Malam Hari
Karya: Leon Agusta

Catatan:
  • Leon Agusta lahir di Sigiran, Nagari Tanjung Sani Maninjau, Sumatra Barat, 5 Agustus 1938.
  • Leon Agusta meninggal dunia di Kota Padang, 10 Desember 2015 (pada umur 77 tahun).

Baca juga: Puisi Galau

Post A Comment:

0 comments: