Saat Diam

di udara melayang waktu dan debu
jutaan suara berebutan membentuk kelompok
menyaingi setiap gumpalan awan

burung-burung mendiamkan sayapnya
mengintip di balik dedaunan
angkasa kini bukan milik mereka saja

mereka terlatih menunggu celah waktu
untuk bebas melaju dan menukik
seraya mencari padang-padang kosong

ketika jendela waktu, angin dan suara
mengatupkan rapat-rapat segala celah
mereka cukup paham: tiba saat diam

Makassar, 1982
Puisi: Saat Diam
Puisi: Saat Diam
Karya: Aspar Paturusi

Catatan:
  • Nama asli Aspar Paturusi adalah Andi Sopyan Paturusi.
  • Aspar Paturusi lahir pada tanggal 10 April 1943 di Bulukumba, Sulawesi Selatan.

Baca juga: Puisi tentang Hati dan Perasaan

Post A Comment:

0 comments: