Puisi: Sajak Senja (Karya Bakdi Soemanto)

Sajak Senja

Kereta api dan rel terasa keras
dan dingin di tanganku.
Matahari lepas pandang
dan ujung petang menyentuhkan jari kaki
pada dinding jantungku.
Aku memandangmu.
Dan tatkala kereta api bergerak,
kata selamat jalan tetap tak terucapkan.
Barangkali
Pertemuan
dan
Perpisahan ini
lebih dari kata-kata.
Aku menghapus air mata
di dalam gelap.
Dan rel yang panjang itu
sesekali memantulkan cahya neon,
aku teringat
hiasan putih di blouse-mu yang biru pekat.

Puisi: Sajak Senja
Puisi: Sajak Senja
Karya: Bakdi Soemanto

Catatan:
  • Prof. Dr. C. Soebakdi Soemanto, S.U.
  • Bakdi Soemanto lahir di Solo, Jawa Tengah pada tanggal 29 Oktober 1941.
  • Bakdi Soemanto meninggal dunia di Yogyakarta pada tanggal 11 Oktober 2014 (pada umur 72 tahun)

Baca juga: Puisi Cinta
Blogger
Disqus
Komentar

Tidak ada komentar