Sang Nelayan

malam dan siang menyobek waktu
tercabutlah pula daun-daun tua
sunyi mengunci daun jendela
terdengar sedumu di balik selimut pekat malam

telah kau reguk tawa ria alam
telah kau telan pedih rintih alam
adakah tercatat laba rugi
peruntungan nasib pergi pulang

kini mabuk cintamu bersimpuh dalam doa
kau berkata mengalirlah arus hidupku
adalah panah-panah ombak melayang ke pantai
namun tak kau bilang tentang buih-buih
hamparan permadani kapas di atas gelombang

pulanglah sang nelayan
tertunduk di depan teduh mata ibu

Jakarta, 1987

Puisi: Sang Nelayan
Puisi: Sang Nelayan
Karya: Aspar Paturusi

Catatan:
  • Nama asli Aspar Paturusi adalah Andi Sopyan Paturusi.
  • Aspar Paturusi lahir pada tanggal 10 April 1943 di Bulukumba, Sulawesi Selatan.

Baca juga: Puisi Sastra Kehidupan

Post A Comment:

0 comments: