Senyum Alam

jangan cemas ketika ombak berubah jadi ganas
kita memang sering bingung pada perangai alam
dengan senyum segar ia ucapkan selamat pagi
mendadak gerimis tiba lalu hujan deras turun

alam sering tak berkabar ketika jadi amat geram
apakah alam merasa dihianati oleh manusia
tak merawat dengan baik janji persahabatan
alam dan manusia pun terlibat permusuhan

saat alam berubah tingkah
manusia pun ingat Allah
lalu tak henti berdoa
alam seyum jadinya

Jakarta, 22 Februari 2011
Puisi: Senyum Alam
Puisi: Senyum Alam
Karya: Aspar Paturusi


Catatan:
  • Nama asli Aspar Paturusi adalah Andi Sopyan Paturusi.
  • Aspar Paturusi lahir pada tanggal 10 April 1943 di Bulukumba, Sulawesi Selatan.

Baca juga: Puisi yang Kocak

Post A Comment:

0 comments: