Puisi: Nyanyian Elang (Karya L.K. Ara)

Nyanyian Elang

Kulik …kulik…kulik
Kemana perginya reranting dan dedaunan
Kemana lenyapnya pepohonan di hutan-hutan
Kemana raibnya warna kehijau-hijauan

Kulik …kulik…kulik
Tangan siapa yang demikian perkasa
Membuat gunung-gunung gundul
Dan padang-padang jadi gersang
Hati siapa yang demikian keras
Sehingga tempat kami bermain pun dirampas
Bahkan sarang tempat kami berteduh ikut ditumpas

Kulik…kulik…kulik
Jika suaraku kini terdengar parau
Bukan risau
Karena tempatku bermain hilang
Dan sarang tempat tinggal terbuang
Bukan
Tapi hatiku galau
Melihat air bah di sungai
Menderu menerjang kampung
Menghilangkan harta dan nyawa
Yang seharusnya dipelihara manusia
Karena mereka berakal
Tapi
Mereka mungkin lupa
Pada pesan nenek moyang
Yang sudah lama berkembang
Yang tersimpan di buku tua
Yang lusuh lembar-lembarnya
Yang tak pernah lagi dibuka
Orang dikatakan berbudi
Kalau merusak alam ia jauhi
Orang dikatakan ingat anak cucu
Kalau merusak alam ia merasa malu
Orang dikatakan ingat hari kemudian
Kalau ia menjaga laut dan hutan

Kini setelah rusak alam lingkungan
Telah datang segala kemalangan
Musibah silih bergantian
Celaka melanda tak berkesudahan
Alampun telah porak poranda
Menumbuhkan silang sengketa
Dan anak cucu akan hidup merana
Salah siapa?
Aku tidak tahu

Kulik … kulik…kulik
Suaraku kini agak bergetar
Melihat orang orang mulai menanam pohon dengan sabar

Banda Aceh, 1 Januari 2010
Puisi: Nyanyian Elang
Puisi: Nyanyian Elang
Karya: L.K. Ara

Catatan:
  • Nama lengkap L.K. Ara adalah Lesik Keti Ara.
  • L.K. Ara lahir di Kutelintang, Takengon, Aceh Tengah, 12 November 1937.

Baca juga: Puisi Ala Fisika
Blogger
Disqus
Komentar

Tidak ada komentar