Tidak setengah-setengah.

Puisi: Tahta dan Harta (Karya Aspar Paturusi)

|
Tahta dan Harta


Sejak dahulu leluhur mengingatkan daya sihir tahta dan harta
Mereka adalah dua sekawan yang antara lain senantiasa dekat
dengan kita bahkan bagaikan penari cantik yang berlenggak-
lenggok di depan mata.
Tahta dan harta senantiasa menyebar aroma harum yang bisa
menghanyutkan dan penuh bius yang membuat kita berlupa.

Ibarat mata sudah terpejam, tahta dan harta mampu membuat
mata segera terjaga, bahkan dalam tidur mereka masuk ke dalam
mimpi seraya membisikkan rayuan manis dan indah.
Iblis memanfaatkan daya pesona tahta dan harta untuk meruntuh-
kan iman para pemegang amanah.

Tahta dan harta amat memikat, selalu menyunggingkan senyum,
dan kerdipan matanya nakal dan genit pula, tak mau kalah.

Tahta dan harta adalah barang halal.
Namun bila mereka membuat mabuk dan rakus, jadilah musuh
dalam selimut, berubah jadi buldoser yang menggiring ke jurang.

Duhai tahta dan harta, kau penuh daya pukau.
Ah, seyummu, cubitanmu, rayuan mautmu, membuatku berlutut.


Jakarta, 2 Februari 2012


Aspar Paturusi
Puisi: Tahta dan Harta
Karya: Aspar Paturusi

Biodata Aspar Paturusi:
  • Nama asli Aspar Paturusi adalah Andi Sopyan Paturusi.
  • Aspar Paturusi lahir pada tanggal 10 April 1943 di Bulukumba, Sulawesi Selatan.

Bacaan Menarik

Tidak ada komentar:

Posting Komentar