Tukang Sate

teriakannya menyayat malam: sateee
adakah itu suara dari masa silam
bagai tersedu-sedu menangisi duka alam
dia tetap melenggang menerobos gerimis

sebagaimana rakyat kecil, dia pantang menyerah
pekerjaanya rutin dan tampak amat bersahaja
diiris-irisnya daging, lalu dicocok dan dipanggang
dia menyusuri gang demi gang dan teriak lantang

daging diiris dan dipanggang
itulah dilakukan nenek moyang
sesudah berburu seharian
di hutan, di tengah padang ilalang

sateee, tetaplah berteriak
agar hidupmu tak teriris-iris
oleh nasib tragis

Jakarta, 31 Januari 2013
Puisi: Tukang Sate
Puisi: Tukang Sate
Karya: Aspar Paturusi


Catatan:
  • Nama asli Aspar Paturusi adalah Andi Sopyan Paturusi.
  • Aspar Paturusi lahir pada tanggal 10 April 1943 di Bulukumba, Sulawesi Selatan.

Post A Comment:

0 comments: