Puisi || Aku Berjalan Mengikuti Suara Hati dari Lorong ke Lorong || Karya Karno Kartadibrata ||
Aku Berjalan Mengikuti Suara Hati dari Lorong ke Lorong

Sampai di Jl. Bosscha masuk ke gang-gang
Teringat gadis paling manis dulu Neng Enong
Ah, di manakah dia sekarang?
Jl. Panaitan penuh teduh pohon
Dan Jl. Balonggede malam
Sesak hatiku terhimpit suara mereka yang tidak berdaya
Anak muda jual gitar butuh ongkos malam tahun baru
Ah, di manakah dia teman keponakanku tidur tanpa
    memakai baju dan pagi hari menghilang?
Di manakah dia anak muda yang paling cemerlang dan
    paling diharapkan keluarga sekarang?
Apakah kerja di pelabuhan dan puntang panting dari
    pelabuhan ke bandara
Dari Batam ke Serawak? Dari Pontianak ke Palembang?

Embun di daun bunga bakung habis hujan
Di manakah siswa-siswa yang penuh mimpi
Di manakah mereka jiwa muda penuh harapan
Menantang bahaya di jurang kehidupan?

Dan kemarin ketika aku keluar dari toko buku di Jl. Braga
Terlihat seorang gadis membaca buku kumpulan puisi
    berwarna ungu
Cahaya putih menyembur billboard lux Bella Shafira

2007
Puisi: Aku Berjalan Mengikuti Suara Hati dari Lorong ke Lorong
Puisi: Aku Berjalan Mengikuti Suara Hati dari Lorong ke Lorong
Karya: Karno Kartadibrata


Catatan:
  • Karno Kartadibrata, lahir di Garut, 10 Februari 1945.

Post A Comment:

0 comments: