Diam

Diam itu udara
mengendap di pohon
menidurkan derkuku
menjentik ranting patah
menyulam rumah laba-laba

Yang petapa menutup mata
Ketika angin membisik duka
mengusap halus ruang
dengan isyarat jantungnya
Serangga berjalan biasa
seolah ia tak di sana

Yang petapa menutup mata
ketika udara menggoda dendam
hanya napas yang lembut
menghembus cinta
Daun pun mengerti
menghapus debu di dahinya

Yang diam.
Yang petapa.
Yang sahabat.
Yang cinta.

Puisi: Diam
Puisi: Diam
Karya: Kuntowijoyo


Catatan:
  • Prof. Dr. Kuntowijoyo, M.A.
  • Kuntowijoyo lahir di Sanden, Bantul, Yogyakarta, pada tanggal 18 September 1943.
  • Kuntowijoyo meninggal dunia pada tanggal 22 Februari 2005 (pada umur 61 tahun).

Post A Comment:

0 comments: