Ibu dan Anak Tunggal

di suatu malam yang sejuk-tenang
kala itu bulan bersinar terang
bocah-bocah di halaman asyik bermain kejaran
berlari sembunyi di balik rerumputan
begitu si anak sangat rindu masa kecilnya dulu

ia minta cerita pada ibu tuanya
tentang masa kecilnya dahulu yang ia lupa

ibu tuanya mulai cerita –
dulu anak waktu kau masih kecil
kau memang termasuk anak yang paling nakal
kedua tangan dan kaki kecilmu terlalu gatal
tiap-tiap hari kau mesti dihukum atau dipukul
ayahmu mengikat kaki tanganmu atau ibu memilin kedua telingamu mungil

sukamu pada makanan yang manis-manis yang kental
sukamu pada pakaian yang necis-necis yang mahal
senangmu menyapa pada orang yang tak dikenal
kau bermain mesti selalu dikawal

si anak lalu bertanya –
ibu, begitu dalamkah cinta yang ditanamkan?
begitu besarkah harapan yang ayah-ibu gantungkan?

si ibu menjawab dan memeluk anaknya –
ya, kau anak satu-satunya, anak bungsu anak sulung
anak lanang, anak paling disayang.

Jogja, 1959


Sumber: “Fadjar Menjingsing”, Majalah Mimbar Indonesia, nomor 19 Tahun XIV,7 Mei 1960.
Puisi: Ibu dan Anak Tunggal
Puisi: Ibu dan Anak Tunggal
Karya: Umbu Landu Paranggi


Catatan:
  • Umbu Landu Paranggi lahir di Kananggar, Paberiwai, Sumba Timur, 10 Agustus 1943.

Post A Comment:

0 comments: