Aceh masih belum baik-baik saja.

1959

Puisi: Elbe (Karya Agam Wispi)

Elbe pernah elbe merah mandi darah oleh batu arang untuk perang kini elbe cerlang hitam oleh batu arang untuk kamar yang dipanaska…

Puisi: Balada Penyair dan Gadisnya (Karya Aldian Aripin)

Balada Penyair dan Gadisnya Bila pagi membuka matahari memancar cerah kala itu si gadis tercinta melangkah ke luar rumah. Di jalan ini …

Puisi: Begini Aku Sekarang (Karya Ajip Rosidi)

Begini Aku Sekarang Begini aku sekarang: pendiam dan murung Merenung gunung berselubung mendung Makin mengerti tentang ajaib tali jiwa Antara kita Be…

Puisi: Nama yang Hanyut (Karya HR. Bandaharo)

Nama yang Hanyut Di Pyongyang ada sebuah sungai yang banyak tau tapi diam selalu. Dalam kebisuan mengarus ke laut ini dia kudatangi. Lewat tengahmala…

Puisi: Angin Dusun (Karya Rita Oetoro)

Angin Dusun kami orang-orang pedataran jauh dari pantai dari gunung subur tanah sumber perut kami sawah-sawah dan kebun kelapa hati kami tersangkut d…

Puisi: Tangan Waktu (Karya Sapardi Djoko Damono)

Tangan Waktu selalu terulur ia lewat jendela yang panjang dan menakutkan selagi engkau bekerja, atau mimpi pun tanpa berkata suatu apa bila saja kaut…

Puisi: Yogya (Karya Rita Oetoro)

Yogya kota yang berkata dan cerita menggelegak di bidangnya pelarian-pelarian datang malioboro penyusuran petualang seni inilah jantung kota! bicaral…

Puisi: Pengakuan (Karya Ajip Rosidi)

Pengakuan Hati mendengar kepada hati Dalam bisik mesra malam sunyi Dunia terbuka sebagai panorama rasa Lautan bergelombang sepanjang hari Burung liar…

Puisi: L'enfant Terrible (Karya Ajip Rosidi)

L'enfant Terrible Membungkuklah langit: rintik menangisi Anak yang tiada rumah kan pulang Berdiri tegap di railing jemb…

Puisi: Palembang (Karya Djamil Suherman)

Palembang Kulihat kesunyian di pusat kota, manis ketika halimun pagi menuruni pelabuhan kecil laut diam dalam pesona mata lelap membayang harapan-har…

Puisi: Kenangan pada Dunia Kanak-Kanak (Karya Taufiq Ismail)

Kenangan pada Dunia Kanak-Kanak Masih ingatkah kau, masa bocah kita Sekali lama, di desa Zahleh karunia Betapa di kebun anggur dua bayang be…

Puisi: Antara Dua Sungai (Karya HR. Bandaharo)

Antara Dua Sungai (1) untuk Pai Yu-hua Senja itu aku berdiri di tebing-beton Sungai Mutiara Berapa lama sudah air ini bulak-balik ke laut? Dia membaw…
© Sepenuhnya. All rights reserved.