Puisi: Kembara (Karya Rita Oetoro) Kembara senyum yang rapuh dirambati kekosongan waktu bergaung ke lembah diri hijau-hijau pohon, berjulangan lewat pendakian tak putus-putus napas ber…
Puisi: Putusan (Karya Djamil Suherman) Putusan Barangkali aku lebih bahagia begini Sepotong usia dengan dunia kecil bersendiri sesekali mata memandang bentangan pulau bebas dan kasih sayan…
Puisi: Palembang (Karya Djamil Suherman) Palembang Kulihat kesunyian di pusat kota, manis ketika halimun pagi menuruni pelabuhan kecil laut diam dalam pesona mata lelap membayang harapan-har…
Puisi: Gairah di Bumi Merah (Karya HR. Bandaharo) Gairah di Bumi Merah untuk Tran Mai di situ rindu menanti ke situ musafir membawa diri; di situ kasih memenuhi hati di situ musafir tak enggan mati. …
Puisi: Surat dari Muara Teweh (Karya Hijaz Yamani) Surat dari Muara Teweh Aku datang di sini mendaki pinggir kota yang landai Bertiup angin kering pucuk pohonan yang tunduk Bumi berpunggung-punggung r…
Puisi: Langit Cerah (Karya Isma Sawitri) Langit Cerah karena diri lelah terlalu lelah terdiamlah hati oleh kelaparan mimpi manusia kelaparan yang tiada ujungnya sehabi…
Puisi: Sahabat (Karya Agam Wispi) Sahabat dua kali dimamah maut oleh cinta hidup tertambat baru berarti mereguk hidup jika derita duka sah…
Puisi: Tu Tjin Fang (Karya HR. Bandaharo) Tu Tjin Fang (aktris opera Peking) berjalan melenggang gemelai melangkah berjingkat mengintai berlari menepis, bersilat menangkis; menating baki mele…
Puisi: Tiga Pepatah (Karya Taufiq Ismail) Pepatah (1) Seorang pemburu membunuh unggas di hari sejuk Ketika menjagal itu, air matanya berlinang Kata seekor margasatwa: Lihat lelaki…
Puisi: Kepada Orang Terlunta (Karya Aldian Aripin) Kepada Orang Terlunta Menjalar kau sayang, matamu nanar Berputar-putar kau sayang, di lingkar lapar O dimana akan bersua rindu setia Baginya…
Puisi: Buku Harian Prajurit (Karya Mansur Samin) Buku Harian Prajurit (1) Malam tengadah di atas kaca akan sepi bermukim asing di sini napas sisi jendela, jeriji besi-besi tua m…
Puisi: Antara Dua Sungai (Karya HR. Bandaharo) Antara Dua Sungai (1) untuk Pai Yu-hua Senja itu aku berdiri di tebing-beton Sungai Mutiara Berapa lama sudah air ini bulak-balik ke laut? Dia membaw…