Puisi: Putera Pajajaran (Karya Ajip Rosidi) Putera Pajajaran Kupanjat dinding dan hati wanita Kuhitung bulan sabit dan alis jelita Sambil kubisikkan kata-kata berbisa Dusta dalam hidup dusta &q…
Puisi: Dewi Sukma Menghidupkan Lagi Mundinglaya di Kusumah (Karya Ajip Rosidi) Dewi Sukma Menghidupkan Lagi Mundinglaya di Kusumah Bukankah raden lelaki sejati Jantan gagah tiada lawan Jago di bumi, pahlawan di angkas…
Puisi: Potret Seseorang (Karya Umbu Landu Paranggi) Potret Seseorang satu wajah menatap lekat dekat…….. keningnya berpeluh satu wajah menyapa lembut berat……. Senyumnya membelah Jogja, 1959 Sumber: Maja…
Puisi: Ibu dan Anak Tunggal (Karya Umbu Landu Paranggi) Ibu dan Anak Tunggal di suatu malam yang sejuk-tenang kala itu bulan bersinar terang bocah-bocah di halaman asyik bermain kejaran berlari sembunyi di…
Puisi: Elbe (Karya Agam Wispi) Elbe pernah elbe merah mandi darah oleh batu arang untuk perang kini elbe cerlang hitam oleh batu arang untuk kamar yang dipanaska…
Puisi: Balada Penyair dan Gadisnya (Karya Aldian Aripin) Balada Penyair dan Gadisnya Bila pagi membuka matahari memancar cerah kala itu si gadis tercinta melangkah ke luar rumah. Di jalan ini …
Puisi: Begini Aku Sekarang (Karya Ajip Rosidi) Begini Aku Sekarang Begini aku sekarang: pendiam dan murung Merenung gunung berselubung mendung Makin mengerti tentang ajaib tali jiwa Antara kita Be…
Puisi: Nama yang Hanyut (Karya HR. Bandaharo) Nama yang Hanyut Di Pyongyang ada sebuah sungai yang banyak tau tapi diam selalu. Dalam kebisuan mengarus ke laut ini dia kudatangi. Lewat tengahmala…
Puisi: Angin Dusun (Karya Rita Oetoro) Angin Dusun kami orang-orang pedataran jauh dari pantai dari gunung subur tanah sumber perut kami sawah-sawah dan kebun kelapa hati kami tersangkut d…
Puisi: Tangan Waktu (Karya Sapardi Djoko Damono) Tangan Waktu selalu terulur ia lewat jendela yang panjang dan menakutkan selagi engkau bekerja, atau mimpi pun tanpa berkata suatu apa bila saja kaut…
Puisi: Yogya (Karya Rita Oetoro) Yogya kota yang berkata dan cerita menggelegak di bidangnya pelarian-pelarian datang malioboro penyusuran petualang seni inilah jantung kota! bicaral…
Puisi: Pengakuan (Karya Ajip Rosidi) Pengakuan Hati mendengar kepada hati Dalam bisik mesra malam sunyi Dunia terbuka sebagai panorama rasa Lautan bergelombang sepanjang hari Burung liar…
Puisi: L'enfant Terrible (Karya Ajip Rosidi) L'enfant Terrible Membungkuklah langit: rintik menangisi Anak yang tiada rumah kan pulang Berdiri tegap di railing jemb…