Puisi: Mengarungi Senja (Karya Juniarso Ridwan)

Mengarungi Senja

Rombongan walet telah menghapus siang,
perlahan ombak menghindari pantai,
tapi asin laut merindukan gunung,
dan temaram jingga menjadi jubah kemarau.

Bagaikan jumroh al-’aqabah,
batu-batu mengalir dalam takbir,
menggetarkan bumi dalam warna coklat.

senja. Angin memahat tebing,
pohon-pohon semakin melupakan tanah,
dalam irama mematikan,
lubang-lubang menganga di tempat yang jauh,
dan kata-kata berpendar di dada yang keropos.

2002
Puisi: Mengarungi Senja
Puisi: Mengarungi Senja
Karya: Juniarso Ridwan


Catatan:
  • Juniarso Ridwan lahir di Bandung, Jawa Barat, pada tanggal 10 Juni 1955.
Blogger
Disqus
Komentar

Tidak ada komentar