Puisi Juniarso Ridwan

Puisi: Siaran Radio Malam Hari (Karya Juniarso Ridwan)

Siaran Radio Malam Hari belantaraku terpuruk dalam tas kantor, hamzah, padang perburuanku terkurung dalam kalkulator; masadepanku larut dalam komik, …

Puisi: Sebuah Jalan pada Siang Hari (Karya Juniarso Ridwan)

Sebuah Jalan pada Siang Hari - panorama unjukrasa ribuan kepala manusia berubah menjadi sebuah jalan yang teduh, arak-arakan pun bergerak menelusuri …

Puisi: Ketika Kereta Api Menembus Malam (Karya Juniarso Ridwan)

Ketika Kereta Api Menembus Malam bentangan rel ini mempertemukan bumi dengan malam, gerimis segera membuat sketsa di kaca jendela: daun ilalang berje…

Puisi: Bidang Berkabut (Karya Juniarso Ridwan)

Bidang Berkabut sebuah tempat tak bernama, bidang kosong berkabut. Ingat Mark Rothko *) dalam hari-hari sunyi kota besar. langit mempertontonkan warn…

Puisi: Makan Pagi di Tepi Pantai (Karya Juniarso Ridwan)

Makan Pagi di Tepi Pantai angga, justru ini yang terjadi; seperti berdiam di dalam galeri, 300 lukisan menghias ruang; istriku menuntun anak-anak, la…

Puisi: Memanjakan Kemenangan (Karya Juniarso Ridwan)

Memanjakan Kemenangan seminggu resah dikemas dalam karung, dilepas rindu dalam siang membakar, semua berlayar dalam keringat suara, mendayung dalam b…

Puisi: Revitalisasi Sebuah Kota (Karya Juniarso Ridwan)

Revitalisasi Sebuah Kota - pelukis Conrad Felixmuller kota adalah kanvas carut-marut, dengan sejumput oksigen diperebutkan, dan kehidupan diatur angk…

Puisi: Nada yang Tercampak (Karya Juniarso Ridwan)

Nada yang Tercampak kita akui, kekayaan alam kita melimpah, dan dijanjikan untuk kemakmuran bersama, tapi kepada siapa kemudiaan tercurah, itu lanta…

Puisi: Pada Upacara Penguburan (Karya Juniarso Ridwan)

Pada Upacara Penguburan - Popo Iskandar dalam gerimis siang kendaraan beriringan seperti semut ke luar sarang memburu remah roti, di antara raung sir…

Puisi: Mata Langit (Karya Juniarso Ridwan)

Mata Langit moncong nasib itu menghadang di setiap tikungan. Seperti harimau lapar, mengintai degup jantung, melacak tetesan darah di sepanjang tujua…

Puisi: Transformasi Bawah Sadar (Karya Juniarso Ridwan)

Transformasi Bawah Sadar ada yang tertinggal di sofa kereta malam, sisa batuk, khayalan dan potret buram. di batas pelupuk, gunung dan hutan menepi, …

Puisi: Sebuah Tarian Pagi (Karya Juniarso Ridwan)

Sebuah Tarian Pagi seperti pusaran buih dalam lubuk, tubuhmu berputar mengikuti irama musim. Kemudian terbenam dalam gulungan gelombang angan-angan k…

Puisi: Senja di Kadipaten (Karya Juniarso Ridwan)

Senja di Kadipaten matahari tergolek di selangkangan bumi, asap memilin udara di sepanjang jalan, api menjalar berbaris ke setiap halaman rumah, ratu…
© Sepenuhnya. All rights reserved.