Puisi Juniarso Ridwan

Puisi: Operator Senja (Karya Juniarso Ridwan)

Operator Senja peluru itu telah dibidikkan ke dalam hatiku, menyeret isi dada menjadi sungai yang cemas; dan airmata perlahan-lahan menenggelamkan ko…

Puisi: Sebuah Senja di Parigi (Karya Juniarso Ridwan)

Sebuah Senja di Parigi kembali langit dikemas dalam keranjang, bertumpuk dengan pakaian lusuh. Selamat tinggal kenangan; lokan-lokan runcing dan ikan…

Puisi: Kuhamparkan Huruf-Huruf Menjadi Sajadah (Karya Juniarso Ridwan)

Kuhamparkan Huruf-Huruf Menjadi Sajadah Agus, sengaja kuhamparkan huruf-huruf ini menjadi sajadah pada malam gelap-gulita, saat ini aku coba pahami s…

Puisi: Meniti Jalan Setapak Siang Hari (Karya Juniarso Ridwan)

Meniti Jalan Setapak Siang Hari jalan yang simpang-siur ini menuju lereng bukit, batu-batu menelorkan sepi dari gumpalan kabut. Akar serabut melewati…

Puisi: Di Sebuah Kafe, Hengelo (Karya Juniarso Ridwan)

Di Sebuah Kafe, Hengelo denting gelas itu menyadarkan kami, malam telah mengendap dalam aroma anggur, masing-masing memberi tanda untuk berpisah, tet…

Puisi: Melebur dalam Ruang (Karya Juniarso Ridwan)

Melebur dalam Ruang – Albert Einstein bintang-bintang bermain cahaya, yang mengusir gugusan mimpi, dalam prasangka purba menganga garis-garis magneti…

Puisi: Negeri Impian (Karya Juniarso Ridwan)

Negeri Impian di sini tak ada Godi atau Afrizal, hanya sorgum dan salju, dengan harapan berayun-ayun,     seperti balon di udara pejal. para penyair …

Puisi: Bila Saja Selembar Daun (Karya Juniarso Ridwan)

Bila Saja Selembar Daun (ecological suicide) hamparan pikiran telah terkoyak-koyak, membuat denah-denah jalan keinginan, mengikuti bisikan-bisikan ga…

Puisi: Tuan X Datang Pagi-Pagi Buta (Karya Juniarso Ridwan)

Tuan X Datang Pagi-Pagi Buta seberkas malam disembunyikan di lipatan ketiak embun, sebutir harapan berkecambah di telinga. Pagi-pagi buta kabar pun d…

Puisi: Air Mengukir Ikan (Karya Juniarso Ridwan)

Air Mengukir Ikan bangkai radio itu telah menari bersama sungai, melewati riwayat kematian kota-kota; dengan gulungan kabel telah dihubungkan denyut…

Puisi: Suara dari Kamar Mandi (Karya Juniarso Ridwan)

Suara dari Kamar Mandi air pun menjadi jarum-jarum berbunga menelan tubuh pualam sangat dahaga keharuman rindu segera menyergap jiwa: dan kita masing…

Puisi: Di Ujung Daratan (Karya Juniarso Ridwan)

Di Ujung Daratan Aku menumpang debu. Angin berpacu, musim telah meluluhkan matahari, kemudian para petani bergelut dengan sejarah, menggali tanah, me…

Puisi: Mandalawangi (Karya Juniarso Ridwan)

Mandalawangi tangan langit mencengkeram tanah, dari jemarinya yang merekah, angin meronta, dedaunan gemerincing. Hamparan hitam, batu sejak subuh ber…

Puisi: Rajah Malam (Karya Juniarso Ridwan)

Rajah Malam sepanjang sungai merah menggumpal, pohon-pohon nipah menggigil, sesosok jasad menuju hilir menggali sepi, membongkar bunyi. kelopak bulan…
© Sepenuhnya. All rights reserved.