Aceh masih belum baik-baik saja.

Puisi Juniarso Ridwan

Puisi: Sajak tentang Keluarga Badut (Karya Juniarso Ridwan)

Sajak tentang Keluarga Badut aku membuat buku dari gumpalan sampah, tiba-tiba batu pun berserakan, berbicara tentang rumah, sabun dan celana dalam. A…

Puisi: Pucuk Bambu Menggores Luka (Karya Juniarso Ridwan)

Pucuk Bambu Menggores Luka pucuk bambu menggores luka di angkasa, branjangan  menggelepar di celah batu, menggetarkan hutan di ikal rambutmu. pagi ya…

Puisi: Ziarah (Karya Juniarso Ridwan)

Ziarah siapakah menyeret bayangan ini mencari sumber cahaya. Penglihatan semakin kehilangan warna, terpaku pada kerlip-kerlip bintang jadilah diri be…

Puisi: Di Batas Kota Akhir Tahun (Karya Juniarso Ridwan)

Di Batas Kota Akhir Tahun kota tua. Reklame raksasa mengobral agama baru, pohon-pohon tunduk memeluk bumi, aku pun menjadi rayap di pelataran sebuah …

Puisi: Le Sacre Coeur De Montmartre (Karya Juniarso Ridwan)

Le Sacre Coeur De Montmartre jangan pedulikan ingatan masa kanak-kanakmu. sebuah bentuk angan-angan, api unggun dan tenda yang lusuh: hanya permainan…

Puisi: Starting Over Again (Karya Juniarso Ridwan)

Starting Over Again dibatasi kelopak mata, melintas bayangan burung dalam genggaman rembulan. mulai terjaga dari tidur panjang, kemudian langit merun…

Puisi: Ode buat Mahasiswa (Karya Juniarso Ridwan)

Ode buat Mahasiswa dari bangku-bangku kuliah, dari ruang-ruang perpustakaan, dari halaman-halaman kampus : telah terbit suara kebenaran langit pun me…

Puisi: Hari yang Bergemuruh (Karya Juniarso Ridwan)

Hari yang Bergemuruh nyonya Margho membaca surat itu sekali lagi, halilintar menjalar di benaknya, badai pun mendera kerongkongan. Surat itu seperti …

Puisi: The Rhythm of the Night (Karya Juniarso Ridwan)

The Rhythm of the Night kelelahan itu tak memberikan sesuatu hanya sebongkah lamunan yang begitu cepat berlalu dan trotoar sebuah kota telah menyimpa…

Puisi: Di Beranda Rumah, Sore Hari (Karya Juniarso Ridwan)

Di Beranda Rumah, Sore Hari bajuku bercerita tentang perselingkuhan suami-istri, gara-gara noda lipstik pada kaos dalam; lalu erangan jendela sampai…

Puisi: Menghirup Hawa Binatang (Karya Juniarso Ridwan)

Menghirup Hawa Binatang tubuh-tubuh legam, aura malam, kepalan tangan erat menyimpan sunyi, urat-urat seperti rel menuju kepundan, dan gelegar guntur…

Puisi: Air Terjun Bantimurung (Karya Juniarso Ridwan)

Air Terjun Bantimurung mengikuti jejak purba mencari sumber kehidupan: menimbang rasa dan harapan di bawah naungan pohon di dalam ceruk gua gelap men…
© Sepenuhnya. All rights reserved.