Perjalanan

masih juga kau menghafal waktu,
sambil mengikuti jejak berdebu,
katanya kini sudah tak banyak mau,
tapi di tanganmu tergenggam dadu.

dulu kita berkubang kemelaratan,
kini katamu jaman kemerdekaan,
jadi tak pantas perut keroncongan,
untuk hidup, segala bisa dihalalkan.

sambil mengingat anak cucu,
kita meraba sikap yang penuh ragu,
mau terus saja mengejar nafsu,
atau diam mengeja kalbu.

tapi memang kita harus makmur:
agar kelak bisa turut mengatur
agar kelak tidak selalu kena gusur.

1996
Puisi: Perjalanan
Puisi: Perjalanan
Karya: Juniarso Ridwan


Catatan:
  • Juniarso Ridwan lahir di Bandung, Jawa Barat, pada tanggal 10 Juni 1955.

Post A Comment:

0 comments: