Salam Padamu Rakyat Berjuang

Kudengar tangismu di seberang lautan
yang sedang berjuang memeluk sinapang
Kudengar marahmu di tengah lautan
Di antara gunung dan pohon-pohon hutan
Hatimu yang terbakar karena penindasan

Kucinta kau rakyat berjuang
Orang-orang hitam, kuning dan coklat
Di tanah di mana kau lahir mati dan beranak
Karena tanah kelahiran
Adalah tanah kecintaan
Anugerah Tuhan

Karena siapakah
Tak inginkan kemerdekaan
Kebebasan dan kebahagiaan
Mencangkul menanam tanah kelahiran?
Lewat arus laut aku berpesan
Salam cintaku - padamu
rakyat berjuang!

Sebab kalau hati nurani manusia telah menuntut
Tak ada yang dapat menahan sekalipun maut
Bukanlah hidup hanya sekedar hidup
Pangullah sinapang
Pagi Terang pasti Datang
Di puncak gunungmu tanah pejuang
Karena Tuhan pun tak hendakkan
Ketak-adilan atas kemanusiaan

November, 1965
Puisi: Salam Padamu Rakyat Berjuang
Puisi: Salam Padamu Rakyat Berjuang
Karya: Djawastin Hasugian


Catatan:
  • Djawastin Hasugian lahir di Sigalapang-Pakkat, Tapanuli Utara, Sumatera Utara, pada tahun 1943.
  • Djawastin Hasugian menganut agama Islam.

Post A Comment:

0 comments: