Puisi: Dari Kamal ke Kalianget (Karya D. Zawawi Imron) Dari Kamal ke Kalianget untuk Hadi masih ada sisa sepatu yang dulu menginjak kaki kakek sampai berdarah tapi pulau bersama lalat dan langau telah mel…
Puisi: Meledak Hati (Karya Mochtar Lubis) Meledak Hati dalam malam kelam ini meledak hati aduh, kapan datang pagi? 8 Mei 1965 Sumber: Catatan Subversif (1980) Analisis Puisi : Puisi "Me…
Puisi: Malam 30 September-1 Oktober 1965 (Karya Mochtar Lubis) Malam 30 September-1 Oktober 1965 Gelap malam membelenggu kita Kelompok-kelompok hitam bergerak dari jalan ke jalan Pekik mesin truk dan jip kerincin…
Puisi: Selamat Gagak Hitam (Karya D. Zawawi Imron) Selamat Gagak Hitam Seutas jalan berbatu mendaki bukit derita ada tubuh terlentang ditinggalkan seseorang yang dengan lidahnya dijilatnya darah yang …
Puisi: Dengan Puisi, Aku (Karya Taufiq Ismail) Dengan Puisi, Aku Dengan puisi aku bernyanyi Sampai senja umurku nanti Dengan puisi aku bercinta Berbatas cakrawala Dengan puisi aku men…
Puisi: Pertemuan Malam di Kanda (Karya Sugiarta Sriwibawa) Pertemuan Malam di Kanda + : Selamat malam, orang asing Aku pandang wajahmu seperti buku Yang dapat aku baca sambil …
Puisi: Kepada Penyair (Karya Ajip Rosidi) Kepada Penyair Penyair. Kaulah prajurit terakhir Yang meski dengan pena patah, mesti menegakkan Kebenaran Karena dunia Ta…
Puisi: Wahai, Wahai, Wahai (Karya Zakaria M. Passe) Wahai, Wahai, Wahai. Apakah yang lebih baik, adikku apakah yang lebih mulya selain kasih dan sayang jikalah itu bukan kebenaran, dunia ini jadi sengs…
Puisi: Ibunda Tercinta (Karya Umbu Landu Paranggi) Ibunda Tercinta Perempuan tua itu senantiasa bernama: duka derita dan senyum yang abadi tertulis dan terbaca jelas kata-kata puisi dari ujung rambut …
Puisi: Sebuah Kehadiran (Karya Rusli Marzuki Saria) Sebuah Kehadiran (1) kepada Leon Agusta rumah dengan sarang panah unggun bermula dari kekinian padaku datang rangsang berbenah tapi aku waspada jalan…
Puisi: Pagi Terakhir di Sebuah Losmen di Jalan Gerjen (Karya Taufiq Ismail) Pagi Terakhir Di Sebuah Losmen di Jalan Gerjen Kawan-kawan telah berangkat pagi ini. Tinggal lagi Puntung-punt…
Puisi: Nasehat-Nasehat Kecil Orang Tua (Karya Taufiq Ismail) Nasehat-Nasehat Kecil Orang Tua Pada Anaknya Berangkat Dewasa Jika adalah yang harus kau lakukan Ialah menyampaikan kebenaran Jika adalah ya…
Puisi: Jangan Aku Disuruh Diam (Karya Rachmat Djoko Pradopo) Jangan Aku Disuruh Diam barangkali jalan aspal bakal jadi alas kaparan tubuhku dan darah yang menggenang air suci penghabisan kan hilang dari pandang…