Puisi: Sebuah Kehadiran (Karya Rusli Marzuki Saria) Sebuah Kehadiran (1) kepada Leon Agusta rumah dengan sarang panah unggun bermula dari kekinian padaku datang rangsang berbenah tapi aku waspada jalan…
Puisi: Dengan Puisi, Aku (Karya Taufiq Ismail) Dengan Puisi, Aku Dengan puisi aku bernyanyi Sampai senja umurku nanti Dengan puisi aku bercinta Berbatas cakrawala Dengan puisi aku men…
Puisi: Pagi Terakhir di Sebuah Losmen di Jalan Gerjen (Karya Taufiq Ismail) Pagi Terakhir Di Sebuah Losmen di Jalan Gerjen Kawan-kawan telah berangkat pagi ini. Tinggal lagi Puntung-punt…
Puisi: Nasehat-Nasehat Kecil Orang Tua (Karya Taufiq Ismail) Nasehat-Nasehat Kecil Orang Tua Pada Anaknya Berangkat Dewasa Jika adalah yang harus kau lakukan Ialah menyampaikan kebenaran Jika adalah ya…
Puisi: Ibunda Tercinta (Karya Umbu Landu Paranggi) Ibunda Tercinta Perempuan tua itu senantiasa bernama: duka derita dan senyum yang abadi tertulis dan terbaca jelas kata-kata puisi dari ujung rambut …
Puisi: Jangan Aku Disuruh Diam (Karya Rachmat Djoko Pradopo) Jangan Aku Disuruh Diam barangkali jalan aspal bakal jadi alas kaparan tubuhku dan darah yang menggenang air suci penghabisan kan hilang dari pandang…
Puisi: Perang Badar, Sehabisnya (Karya Taufiq Ismail) Perang Badar, Sehabisnya Pedang telah diletakkan Pertempuran pertama Malam turun Panglima itu merenung Dalam kemah Medan yang terlewat …
Puisi: Pidato Terakhir di Jabal Rahmah (Karya Taufiq Ismail) Pidato Terakhir di Jabal Rahmah 'Hari ini, telah kusempurnakan Agamamu' Lelaki itu menatap ummatnya Memandang abad-abad. Beb…
Puisi: Formulir Ini (Karya Taufiq Ismail) Formulir Ini Siapakah dirimu? Sebuah nomor Sederet huruf resmi Dalam abjad Latin Dari loket di ujung antri …
Puisi: Obsesi Garis Miring (Karya Taufiq Ismail) Obsesi Garis Miring Seekor makhluk melompat-lompat Dari satu garis miring Ke garis miring lainnya Di atas…