Puisi: Sebuah Tarian Pagi (Karya Juniarso Ridwan)

Sebuah Tarian Pagi

seperti pusaran buih dalam lubuk, tubuhmu berputar
mengikuti irama musim. Kemudian terbenam dalam
gulungan gelombang angan-angan kosong. Panen
telah gagal, hanya sampah menyengat dan eksim
yang membalut hari-harimu.

pada ujung pematang, bukit-bukit memamerkan dada
mengembang. Sejenak, tirai kabut dan selimut hutan jati
telah tersingkap kemarau. Lelehan sunyi telah mengantarkan
harum oli pada jendela-jendela rumah. Pada saat itulah
butir-butir gabah telah menjadi konsumen jam, sedangkan
dirimu tak berdaya, di kepalamu dunia mengeras, daun-daun
meranggas dari gigir alismu.

burung pipit kembali merindukan kabel listrik, melintasi
suara-suara parau, menghitung sungai-sungai membara,
mencari bayangan nafas di balik daun-daun kering.

mengikuti gerak tarianmu, pagi telah membentuk keluhan panjang,
pada atap rumbia, matahari telah meletakkan pesan rahasia, hari itu
kesengsaraan telah menjadi matang dan sempurna.

1998
Puisi: Sebuah Tarian Pagi
Puisi: Sebuah Tarian Pagi
Karya: Juniarso Ridwan


Catatan:
  • Juniarso Ridwan lahir di Bandung, Jawa Barat, pada tanggal 10 Juni 1955.
Blogger
Disqus
Komentar

Tidak ada komentar