Puisi: Candu (Karya Nenden Lilis Aisyah)

Candu

ada yang datang menagih
pada malam yang tak pernah kutunggu
dia menagih dengan aroma candu di mulutnya
yang tiba-tiba tercicip lidahku

aku tak peduli rasa apa yang kucecap
mungkin air mata baru kering
atau napas kemarau dengan ciuman gersang
pada hari-hari yang lampau

dia datang dan tak pernah bertanya
pada duka yang membuat garit tajam di kulit
atau tonjolan urat dan tulang di pipi
dia tak pernah mau tahu sedang meraba tubuh susut,
dada kempis, punggung letih, dan leher yang berat

karena malam mengusik
seperti seorang gigolo atau perempuan dengan alis dikerik

aku tak peduli, meskipun luka
yang tengah aku atau dia gali
meskipun sama-sama ada darah di sela kuku kami

aku atau dia hanya ingin melihat
jiwa yang basah bersenandung pagi hari
berani menantang apapun

2003
Puisi: Candu
Puisi: Candu
Karya: Nenden Lilis Aisyah

Catatan:
  • Nenden Lilis Aisyah lahir di Malangbong, Garut, Jawa Barat, pada tanggal 26 September 1971.
Blogger
Disqus
Komentar

Tidak ada komentar