Puisi: Igau Angin (Karya Maghfur Saan)

Igau Angin

kelak ketika awan menggumpal di mataku
dan ribuan nama telah kulupakan
mungkin tak ada bedanya antara muara dan pelabuhan
ribuan perahu telah singgah kemudian meninggalkan gumam
tentang arus yang bersilangan memutar-mutarkan lambung kapal
begini gampang arah berputar
angin tua yang rapuh, membaca lengkung cakrawala
seperti terpejam matanya:
“usunglah keranda ini, menuju rumah yang paling sangsi”.

Batang, 2003
Puisi: Igau Angin
Puisi: Igau Angin
Karya: Maghfur Saan


Catatan:
  • Maghfur Saan lahir di Batang, pada tanggal 15 Desember 1950.
Blogger
Disqus
Komentar

Tidak ada komentar