Puisi: Interior Senja (Karya Kurnia Effendi)

Interior Senja

Itulah pantai
Dengan batas langit dan kaki bukit
Sebentuk pinggang benua
Terlihat ramping dari angkasa

Alangkah gaduh cuaca
Seperti sisa perang brubuh
Yang bergerak meninggalkan ekuator

Dari bingkai jendela
Tumbuh menara korintian
Membatas warna, membedakan waktu yang tersisih
Dan reda menjelang malam

Bekas hangat bibirmu
Ingin menetap di tengkuk
Tak kudengar ucapan perpisahan
Selain desir langkah yang meninggalkan

Alangkah gaduh perasaan
Sayatan emas yang tercampak di cakrawala
Telah mengirim ujung kerasnya ke jantungku
Meninggalkan bercak merah padam

Itulah senja
Dengan batas langit antara dua waktu
Dan keputusan yang segera
Dilupakan

Jakarta, 1997
Puisi: Interior Senja
Puisi: Interior Senja
Karya: Kurnia Effendi

Catatan:
  • Kurnia Effendi lahir di Tegal, Jawa Tengah, pada tanggal 20 Oktober 1960.
Blogger
Disqus
Komentar

Tidak ada komentar